Kapal Ponton Terbalik di Kutim, Satu Belum Ditemukan

  • 20 Jan 2026 18:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Insiden kecelakaan air terjadi pada kapal ponton penyebrangan milik PT Sinar Mas di Dermaga Rantau Panjang, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Senin 19 Januari 2026 malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit truk tercebur ke sungai dan satu orang penumpang hingga kini masih dalam pencarian.

Menurut laporan yang di terima petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 WITA saat kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) berwarna kuning milik PT Sinar Mas mengalami hilang kendali, oleng, lalu rebah ke arah kanan. Akibatnya, dua kendaraan dump truck yang berada di atas kapal terjatuh ke sungai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian sekira pukul 19.00 WITA, tiga unit dump truck bermuatan cangkang dengan bobot masing-masing sekitar delapan ton bergerak dari Pabrik RPNM menuju Dermaga Rantau Panjang. Ketiga kendaraan tersebut rencananya akan menyeberang untuk mengirim muatan ke Samarinda.

Ketiga kendaraan itu masing-masing adalah DT Isuzu KT 8179 NQ yang dikemudikan Aldi, DT Hino KT 8579 VN dikemudikan Wandi, serta DT Isuzu KT 8341 YT dikemudikan Sultan. Setibanya di dermaga sekitar pukul 21.00 WITA, kendaraan langsung diarahkan untuk menaiki LCT.

Urutan kendaraan saat berada di atas LCT adalah DT Isuzu KT 8179 NQ sebagai kendaraan pertama, disusul DT Hino KT 8579 VN, dan DT Isuzu KT 8341 YT di posisi paling depan dekat lidah LCT. Kapal dikemudikan oleh Abson dengan satu orang ABK bernama Medi, serta dibantu Andi Agus yang mengarahkan kendaraan saat proses naik.

Setelah seluruh kendaraan berada di atas kapal, LCT bergerak dengan cara mundur. Namun saat melakukan manuver berputar, kapal tiba-tiba oleng dan rebah ke kanan sehingga DT Hino KT 8579 VN dan DT Isuzu KT 8341 YT terjatuh ke sungai. Sejumlah orang yang berada di atas kapal ikut tercebur ke air.

Dalam peristiwa tersebut, Aldi, Wandi, Sultan, Medi, dan nahkoda Abson berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan warga sekitar. Sementara Andi Agus, penumpang LCT yang membantu mengarahkan kendaraan, hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

"Pihak TNI, Polri, perusahaan, serta masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban hilang dan evakuasi kendaraan. Hingga saat ini, satu unit truk berhasil dievakuasi, sementara dua unit lainnya masih dalam proses," ucapnya.

Petugas menyebutkan, insiden diduga terjadi akibat unsur kelalaian manusia saat pengendalian kapal, diperparah dengan kondisi arus sungai yang cukup deras. Aparat terkait juga terus melakukan monitoring untuk mengantisipasi potensi reaksi emosional dari keluarga korban maupun masyarakat sekitar dermaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....