Pendayung Paser Jalani Program Latihan Belasan Bulan Dengan Alat Seadanya

  • 20 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Atlet cabang olahraga dayung Bumi Daya Taka harus menjalani proses yang panjang agar tuan rumah bisa sukses menembus targetan 15 keping medali emas dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 yang mulai bergulir pada 14 November mendatang.

Di mana, Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser dibawah nahkoda Ikhwan Antasari, sudah mengarahkan pelatih dan atlet untuk menjalani program latihan sejak April 2025 lalu.

Untuk progres, dikatakan Muhammad Hafidz Sahid sebagai sekretaris pengurus, kualitas atlet sudah mengalami kemajuan yang pesat, baik itu fisik dan tekniknya.

Bahkan bentuk otot pada atlet semakin menjadi-jadi, karena intensitas latihan yang hampir dilakukan setiap hari, dengan jeda satu hari libur.

"Kemarin Pak Ketua (Ikhwan Antasari) juga sampai kaget, ini kok atlet udah berotot semua ini. Jadi semua badannya ya. Nah, itulah mudah-mudahan mungkin tinggal mental," ujar Hafidz kepada rri.co.id, saat menerangkan progres atlet. Sabtu 20 Juni 2026.

Atlet dayung paser kayak 1.

Kendati demikian, saat ini tim dayung Paser tengah menghadapi kendala soal prasarana yakni perahu kayak alat latih tanding yang dirasa belum menunjang dan atlet belum mendapatkan kemistri intens dengan alatnya.

"Prasarana latih tanding kita sangat masih belum menunjang. Jangan sampai nanti kita sudah mau akan berlomba kita belum menyatu dengan alat," ucapnya.

Kendati demikian, tim pelatih tidak habis akal untuk mensiasati agar atlet tetap bisa berlatih, maka kayak yang ada ini ditambal bagian yang bocor dan dayung yang patah disambung lagi.

Meski Paser menjadi barometer cabor dayung di Kaltim, namun melihat daerah lain juga tidak ingin tertinggal, membuat pendayung Bumi Daya Taka semakin gigih untuk berlatih.

Hanya saja, Hafidz mengaku memang soal penunjang prasarana tersebut masih menjadi momok bagi tim, sebab hal itu terjadi pada pelaksanaan BK Porprov di Kukar 2025 lalu.

"Kita juga mempersiapkan diri tapi ya tadi, kebutuhan sarana prasarana ini sangat menentukan. Kita kemarin di BK, kita enggak bisa menyesuaikan alat karena memang sarana dari tuan rumah yang kita pakai ya enggak bisa finish karena harus nyatu," ujar Hafidz menerangkan.

Disebutkannya, alat latih tanding ini memang benar-benae harus menyatu dengan atlet sebagai pemakai, agar penampilan saat pertandihgan bisa berjalan maksimal tanpa hambatan.

Atlet dayung paser kayak 2.

"Sudah lama cuma kita kan kalau kayak ini posisinya harus pas dan harus bersatu kita dengan perahu. Kalau kita jarang pakai atau tidak menguasai ya mungkin bisa terbalik," katanya menambahkan.

Hafidz menyebutkan, memang pengurus sudah mengajukan pengadaan alat latih tanding ini ke Disporapar Paser, namun sapras tersebut hingga kini tak kunjung tiba.

Sehingga atlet sementara masih menggunakan alat latihan seadanya yang dirasa oleh tim pelatih seharusnya tidak layak pakai lagi.

"Saat ini belum ada pembaruan sih. Belum ada tapi sudah tahap proses di Surabaya mungkin ya, mudah-mudahan lah pengadaan ini bisa lebih cepat," katanya Hafidz.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....