Memperkuat Dimensi Sosial dan Spiritual di Penghujung Bulan Ramadan

  • 18 Mar 2026 19:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memasuki fase akhir bulan Ramadan, umat Islam didorong untuk semakin memperkuat hubungan horizontal sesama manusia melalui dimensi sosial dan hubungan vertikal kepada Allah Swt melalui dimensi spiritual. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Baginda Abu Bakar dalam program Dialog Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Selasa, 17 Maret 2026.

Ustaz Baginda memaparkan, Rasulullah memiliki karakter yang sangat dermawan, namun kedermawanan tersebut mencapai puncaknya di bulan Ramadan. Ia menggambarkan betapa cepat dan luasnya kebaikan yang disebarkan oleh Rasulullah selama bulan ini, yang seharusnya menjadi inspirasi bagi warga untuk saling berbagi.

"Sungguh Rasulullah saw jauh lebih dermawan dalam berbuat kebaikan daripada angin yang berhembus,” ujarnya.

Dimensi sosial ini terlihat nyata di tengah masyarakat Kota Samarinda, di mana masjid dan musala ramai menyiapkan makanan berbuka bagi warga dan musafir. Menurutnya, semangat berbagi ini harus terus dipertahankan bahkan setelah bulan Ramadan usai agar nilai-nilai kemanusiaan tetap terjaga.

Dari sisi spiritual, penghujung bulan Ramadan adalah momentum untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur'an. Ustaz Baginda menjelaskan, Rasulullah rutin melakukan murajaah atau mengulang hafalan setiap malam di bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa kesibukan sosial tidak boleh melalaikan tugas spiritual.

Puncak dari dimensi spiritual di akhir bulan Ramadan adalah pelaksanaan iktikaf di sepuluh malam terakhir. Ustaz Baginda mengingatkan, Rasulullah meningkatkan kesungguhan ibadahnya berkali-kali lipat dibandingkan waktu lainnya demi meraih keutamaan lailatul qadar.

"Apabila telah masuk 10 hari terakhir bulan Ramadan, Nabi Muhammad saw mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, serta membangunkan keluarganya,” ucapnya.

Ia menekankan, bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan, tetap bisa mengisi malam-malam ganjil dengan ibadah terbaik sesuai kemampuan masing-masing.

Melalui perpaduan antara kedermawanan sosial dan kesungguhan spiritual ini, bulan Ramadan diharapkan dapat membentuk karakter. Dengan memperkuat kedua dimensi tersebut di penghujung bulan Ramadan, seorang Muslim dapat tumbuh sebagai pribadi yang lebih peduli terhadap sesama dan lebih khusyuk dalam beribadah kepada Allah Swt.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....