Meraih Kemuliaan Lailatul Qadar melalui Amalan di Akhir Ramadan
- 14 Mar 2026 12:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Hadiah merupakan pemberian berupa barang, uang, atau jasa yang diberikan secara sukarela. Pemberian tersebut biasanya bertujuan menunjukkan kasih sayang, apresiasi, penghargaan, atau kenang-kenangan.
Namun dalam ajaran Islam, terdapat pula hadiah istimewa dari Allah Swt. Hadiah tersebut tidak berbentuk barang, melainkan kemuliaan dan pahala yang besar bagi umat muslim.
Anggota Muharrik Dakwah Samarinda Ustaz Mu’arrif Anshori mengatakan hadiah tersebut berkaitan dengan kemuliaan malam Lailatul Qadar. Hal itu disampaikannya dalam program acara Tauladan (Tanya Ustaz di Bulan Ramadan) di RRI Pro 2 Samarinda dikutip pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan hadiah dari Allah memiliki nilai yang sangat besar. Bahkan ganjarannya setara dengan ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun. “Kali ini kita berbicara tentang hadiah langsung dari Allah dan ini bukan satu hari, tetapi kurang lebih selama 83 tahun,” ucapnya.
Menurutnya, setiap orang tentu merasa senang jika menerima hadiah dengan nilai besar. Terlebih jika hadiah tersebut memiliki kemuliaan dan pahala yang berlipat ganda. “Nah, itu adalah kemuliaan di mana kita mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar,” ujarnya.
Ustaz Mu’arrif Anshori menjelaskan salah satu amalan yang dapat dilakukan untuk meraih kemuliaan tersebut. Ia menyebutkan salat ba’diyah Isya empat rakaat dapat menjadi amalan yang mudah dilakukan umat muslim. “Salat ba’diyah empat rakaat itu sebenarnya pahalanya sama seperti kita mengerjakan empat rakaat Lailatul Qadar,” katanya.
Ia menambahkan umat Islam juga dianjurkan memperkuat ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Para ulama terdahulu memperbanyak amalan pada waktu tersebut untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar. “Para alim ulama terdahulu yang punya amalan luar biasa menguatkan ibadahnya di sepuluh malam terakhir Ramadan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....