Pengajian hingga Buka Puasa Bersama Warnai Ramadan di Lapas Kelas IIA Samarinda
- 11 Mar 2026 15:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota menjalani berbagai kegiatan selama bulan Ramadan. Kegiatan itu mulai dari pengajian, tadarus Al-Qur'an, hingga momen buka puasa bersama keluarga.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanes Varianto, mengatakan kegiatan pembinaan keagamaan tetap berjalan rutin selama bulan suci. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan bagi warga binaan.
“Selama bulan Ramadan kegiatan warga binaan seperti pengajian dan tadarus tetap dilaksanakan,” kata Yohanes.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya difasilitasi oleh pihak lapas. Sejumlah pihak dari luar juga turut terlibat dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan.
Seperti Kementerian Agama dan masyarakat dari luar lapas turut hadir untuk mengisi kegiatan keagamaan selama Ramadan.
“Pembinaan keagamaan ini kita laksanakan secara rutin selama Ramadan,” ujarnya.

Selain kegiatan ibadah, pihak lapas juga membuka kesempatan bagi keluarga warga binaan untuk datang berkunjung sekaligus berbuka puasa bersama.
Dalam sepekan, kunjungan keluarga dijadwalkan dua kali agar warga binaan tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga mereka.
“Dalam satu minggu kita jalankan dua kali kunjungan keluarga, sekaligus untuk berbuka puasa bersama,” kata Yohanes.
Menurut dia, tidak ada pembatasan kuota bagi keluarga yang ingin datang. Siapa pun yang hadir pada hari kunjungan dipersilakan mengikuti buka puasa bersama di dalam lapas.
Namun, pengunjung tetap harus memenuhi syarat administrasi dan melalui pemeriksaan barang bawaan.
“Secara administrasi hanya membawa KTP dan data diri, kemudian barang bawaan juga tetap kita periksa,” ujarnya.

Di luar kegiatan keagamaan, warga binaan juga tetap mengikuti program pembinaan lainnya. Program tersebut terdiri dari pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian yang sudah berjalan selama ini.
“Ada cukur rambut, mebel, kegiatan ketahanan pangan seperti ternak lele, ayam, hidroponik," kata Yohanes.
Sebagian hasil kerajinan mebel bahkan sudah dipesan oleh masyarakat, termasuk sekolah yang membutuhkan kursi atau meja. Menurut Yohanes, produk hasil karya warga binaan dijual dengan harga yang relatif terjangkau, karena menjadi bagian dari kegiatan pembinaan di dalam lapas.
“Harganya terjangkau karena ini memang untuk kegiatan pembinaan warga binaan,” ucapnya.
Yohanes pun berharap, melalui berbagai kegiatan selama Ramadan tersebut, warga binaan tetap merasakan suasana kebersamaan, sehingga dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....