Memahami Makna Takwa Sebagai Tujuan Akhir Bulan Ramadan

  • 09 Mar 2026 17:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dalam program Mutiara Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Minggu, 8 Maret 2026, Ustaz Didi Supriadi menjelaskan, Allah Swt telah menetapkan standar minimal pencapaian bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah di bulan suci ini, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa.

Ia memaparkan, takwa adalah hasil dari rangkaian ibadah yang utuh, mulai dari puasa di siang hari hingga salat malam, tadarus, dan sedekah. Ia menyebut bulan Ramadan sebagai road map atau peta jalan yang harus dilalui dengan sempurna agar target tersebut dapat terealisasi.

"Tujuan minimal yang Allah targetkan menjadi orang-orang yang bertakwa itu pasti akan tercapai karena sudah jelas road map-nya ada," ujar Ustaz Didi.

Namun, ia juga menanggapi fenomena di mana banyak orang yang tidak mengalami perubahan perilaku setelah Ramadan usai.

Ustaz Didi memberikan perumpamaan "puasa ular", di mana ular berpuasa hanya untuk mengganti kulit namun tetap menjadi ular yang sama, berbeda dengan ulat yang berpuasa menjadi kepompong lalu berubah menjadi kupu-kupu yang indah.

Menurut Ustaz Didi, kegagalan mencapai takwa sering kali disebabkan oleh proses yang tidak diselesaikan secara utuh. Jika seseorang hanya menahan lapar secara zahir namun tetap melakukan maksiat atau berkata dusta, maka proses transformasi spiritualnya akan terhambat.

"Allah ketika memfirmankan dan membuat keputusan, maka itu semuanya sudah pasti ya laallakum tattaquun. Pasti akan menjadi orang yang bertakwa," katanya.

Ia mengajak umat muslim untuk mengevaluasi diri apakah puasa yang dilakukan selama ini memberikan dampak nyata pada karakter. Menurutnya, Indikasi keberhasilan takwa adalah meningkatnya ketaatan dan kebaikan yang berkelanjutan bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....