Dimensi Sosial Sebagai Kunci Ringannya Ibadah Ramadan

  • 09 Mar 2026 17:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ibadah puasa sering kali dianggap sebagai urusan pribadi antara umat dan Allah Swt. Namun, Ustaz, Didi Supriadi menyoroti dimensi sosial yang sangat kuat di balik pelaksanaan puasa Ramadan yang dilakukan secara serentak oleh seluruh umat Muslim.

Dalam program Mutiara Ramadan di Pro1 RRI Samarinda, Minggu, 8 Maret 2026, Ustaz Didi membandingkan pengalaman berpuasa sunnah yang sering terasa lebih berat karena dilakukan secara individu.

Tantangan saat berpuasa sendirian jauh lebih besar dibandingkan saat Ramadan, di mana lingkungan sekitar memberikan dukungan moral secara tidak langsung melalui kebersamaan.

"Ada ibadah yang kalau dilaksanakan sendiri itu berat. Ketika dilaksanakan bersama-sama, maka ibadah itu terasa ringan seperti puasa saat ini," katanya.

Menurutnya, kekuatan kolektif ini merupakan pelajaran bagi manusia bahwa dalam kehidupan sosial maupun bernegara, kebersamaan adalah kunci untuk menuntaskan masalah yang berat. Manusia pada hakikatnya tidak bisa hidup sendirian dan membutuhkan wadah musyawarah.

"Konteksnya dalam kehidupan kita ya dalam hidup ini kita tidak bisa hidup sendirian saja. Ada masalah-masalah baik itu masalah individu maupun sosial," ujarnya.

Ia juga mencontohkan bagaimana sistem pemerintahan harus bekerja. Keputusan-keputusan besar yang menyangkut kepentingan rakyat banyak tidak boleh diambil secara sepihak, melainkan harus melibatkan banyak lini melalui proses diskusi dan kebersamaan, layaknya semangat puasa Ramadan.

Harapannya, semangat kebersamaan di bulan Ramadan ini dapat diterjemahkan ke dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi. Dengan melakukan sesuatu secara bersama-sama, tujuan-tujuan besar yang awalnya tampak sulit akan terasa jauh lebih ringan untuk dicapai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....