Ramadan Momentum Menata Diri dan Lingkungan Pertemanan

  • 09 Mar 2026 10:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pertengahan bulan Ramadan dinilai menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan perubahan diri, termasuk menata kembali lingkungan pertemanan agar lebih mendukung peningkatan kualitas ibadah.

Ustaz Abdi Rahman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur mengatakan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi bulan pendidikan spiritual (tarbiah) dan perubahan perilaku bagi umat Islam.

“Ramadan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika sebelumnya ada kebiasaan yang kurang baik, maka bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya dalam program Tauladan dikutip Senin, 9 Maret 2026.

Menurutnya, secara naluriah manusia memiliki kecenderungan untuk berubah, terutama ketika berada dalam suasana religius seperti Ramadan. Hal itu terlihat dari meningkatnya aktivitas ibadah masyarakat di masjid pada awal bulan puasa.

“Di awal Ramadan biasanya saf-saf masjid penuh. Orang yang sebelumnya jarang ke masjid menjadi lebih rajin, yang jarang membaca Al-Qur’an mulai memperbanyak tadarus, dan yang jarang mengikuti majelis ilmu mulai hadir dalam kajian,” katanya.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut tidak hanya dipengaruhi niat pribadi, tetapi juga oleh lingkungan pergaulan. Karena itu, Ramadan dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi apakah lingkungan pertemanan saat ini mendekatkan seseorang kepada Allah atau justru menjauhkannya.

“Jika selama ini pergaulan kita lebih banyak diisi kegiatan yang kurang bermanfaat, maka Ramadan menjadi saat yang tepat untuk meng-upgrade circle dengan lingkungan yang lebih positif,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah ciri pertemanan yang baik dalam pandangan Islam. Pertama, teman yang senantiasa mengingatkan kepada Allah, misalnya saling mengingatkan ketika waktu salat tiba atau mengajak melakukan kebaikan.

Kedua, teman yang tidak hanya berbuat baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak orang lain melakukan hal yang sama, seperti menghadiri masjid, mengikuti kegiatan sosial, atau kegiatan keagamaan.

Ketiga, lingkungan pertemanan yang tidak membuat seseorang lalai dari ibadah, melainkan justru membantu menjaga konsistensi dalam menjalankan kewajiban agama.

“Teman yang baik adalah yang saling menguatkan. Ketika iman kita sedang lemah, mereka mengingatkan dan memberikan semangat untuk tetap berada di jalan yang diridai Allah,” katanya.

Selain memilih lingkungan pertemanan yang baik, Abdi Rahman juga mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti majelis taklim atau kajian keagamaan yang banyak diselenggarakan selama Ramadan di berbagai masjid di Kalimantan Timur.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi juga mempertemukan masyarakat dengan lingkungan yang positif.

Ia juga mengingatkan bahwa mengurangi intensitas pergaulan dengan teman yang kurang mendukung ibadah bukan berarti memutus silaturahmi. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyibukkan diri dalam kegiatan positif seperti tadarus Al-Qur’an, kegiatan sosial, atau berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Jika ada teman yang mengajak kegiatan yang kurang bermanfaat, kita bisa menyampaikan dengan baik bahwa di Ramadan ini kita ingin lebih fokus beribadah,” ujarnya.

Abdi Rahman menegaskan bahwa memperbaiki lingkungan pertemanan tidak hanya berarti mencari teman yang baik, tetapi juga berusaha menjadi pribadi yang baik bagi orang lain.

“Upgrade circle bukan hanya mencari teman saleh, tetapi juga berusaha menjadi teman yang mampu mengajak kepada kebaikan dan saling mengingatkan dalam ibadah,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....