Mengukur Takwa lewat Pengendalian Diri di Bulan Ramadan

  • 06 Mar 2026 05:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan hadir sebagai momentum istimewa bagi umat Muslim untuk memperkuat rukun Islam yang keempat. Beribadah di bulan suci ini lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, melainkan menjadi ruang untuk memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Sang Pencipta.

Hal ini disampaikan oleh Ustaz KH. Muhammad Khozin dalam siaran Mutiara Ramadan RRI. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Ramadan sebagai bulan puasa adalah kehendak mutlak Allah yang menyertakan banyak keutamaan.

"Allah memilih Ramadan dari bulan-bulan lainnya sebagai waktu diturunkannya Al-Qur'an, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Ini adalah bulan interaksi, di mana kita dituntut tidak hanya membaca, tapi juga menghafal dan mentadaburi maknanya," ujar Ustaz Muhammad Khozin.

Salah satu hal yang diyakini umat Muslim dalam segi spiritual yang ditekankan dalam Ramadan adalah dibelenggunya setan dan bala tentaranya. Ustaz Khozin mengingatkan umat untuk meyakini hadis Nabi tersebut yang menyatakan bahwa kekuatan iblis untuk menggoda manusia akan melemah drastis selama satu bulan penuh.

"Artinya, ada kesempatan besar bagi kita umat Islam untuk dengan mudah mengalahkan godaan tersebut. Jika kekuatan mereka melemah, maka alasan untuk tetap berbuat maksiat seharusnya hilang," katanya.

Namun, ia memberikan peringatan keras bagi mereka yang masih lalai akan perintah Allah. Jika dalam kondisi setan terbelenggu saja seseorang masih terus melakukan dosa dan maksiat, maka hal tersebut menjadi alarm bagi kondisi jiwanya saat kembali ke kehidupan normal di luar bulan Ramadan.

"Orang yang tidak bisa menjadi baik di bulan Ramadan, jangan harap dia bisa baik di luar Ramadan. Orang yang tidak berhenti berbuat maksiat di bulan suci ini, maka sulit baginya untuk berhenti di bulan-bulan lain. Ramadan adalah parameternya," ujarnya.

Ustaz Khozin mengajak seluruh umat Muslim untuk memaksimalkan setiap detik di bulan suci Ramadan melalui puasa, qiyamul lail, dan amal saleh lainnya. Mengingat belum tentu setiap orang akan dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....