Kisah Ramadan di Kolaka, Sulawesi Tenggara
- 09 Mar 2026 08:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bulan Ramadan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di berbagai daerah di Indonesia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga menghadirkan beragam tradisi, kebiasaan, dan kuliner khas yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setiap daerah memiliki cerita tersendiri dalam menyambut dan menjalani bulan suci tersebut.
Dalam Program Kesah Ramadan Pro 4 RRI Samarinda, edisi Sabtu 7 Maret 2026, menghadirkan kisah dari Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan narasumber Muhammad Basrul Anwar. Dia menjelaskan bahwa Ramadan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat hubungan sosial. “Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah,” ujarnya.
Menurut Basrul Anwar, suasana Ramadan di Kolaka terasa lebih hidup karena masyarakat memanfaatkan waktu dengan berbagai kegiatan keagamaan. Masjid-masjid menjadi lebih ramai dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, hingga buka puasa bersama. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan nilai spiritual, tetapi juga memperkuat silaturahmi antar warga.
Ia juga menyebut bahwa masyarakat Kolaka memiliki kebiasaan berbagi makanan menjelang waktu berbuka puasa. Tradisi berbagi takjil ini biasanya dilakukan oleh masyarakat, komunitas, hingga pengurus masjid sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan.
Selain suasana ibadah, Ramadan di Kolaka juga identik dengan beragam menu khas berbuka puasa. Basrul Anwar menyebutkan bahwa masyarakat setempat sering menikmati hidangan tradisional seperti kasuami, yaitu makanan berbahan dasar singkong yang dikukus, serta ikan bakar yang menjadi hidangan favorit saat berbuka. Selain itu, berbagai gorengan dan minuman segar juga banyak dijumpai di pasar takjil selama Ramadan.
“Biasanya masyarakat juga menikmati minuman segar dan makanan khas daerah untuk berbuka puasa. Suasana pasar takjil juga cukup ramai karena banyak warga yang mencari makanan untuk berbuka bersama keluarga,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa momen berbuka puasa sering dimanfaatkan sebagai waktu berkumpul bersama keluarga maupun kerabat.
Ia juga berharap semangat ibadah dan kepedulian sosial yang tumbuh selama bulan Ramadan dapat terus dipertahankan oleh masyarakat, tidak hanya selama bulan suci tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. “Harapannya, nilai kebersamaan, semangat berbagi, dan peningkatan ibadah yang dirasakan selama Ramadan bisa terus dijaga setelah Ramadan berakhir,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....