Keutamaan Puasa dan Cahaya Ramadan

  • 09 Mar 2026 08:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan kemuliaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, kaum muslimin menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an QS Al Baqarah ayat 183. Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Kepada RRI, Ustaz Abu Hanifah menjelaskan bahwa puasa memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah Swt. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. yang menyatakan, Setiap amal kebaikan anak Adam dilipatgandakan hingga sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya,” kata Ustaz Abu Hanifah.

Menurutnya, keistimewaan puasa terletak pada sifatnya yang sangat pribadi antara seorang hamba dan Tuhannya. Ustaz Abu Hanifah menuturkan bahwa ibadah lain memiliki ukuran pahala yang jelas, sedangkan pahala puasa tidak diketahui kecuali oleh Allah Swt., sehingga balasannya pun sangat besar.

Ia juga menjelaskan sebuah kisah yang disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin tentang sekelompok orang yang kelak pada hari kiamat datang dengan memiliki sayap seperti burung dan langsung menuju pintu surga. “Ketika malaikat bertanya bagaimana mereka bisa sampai ke surga tanpa melalui hisab dan sirat, mereka menjawab bahwa dahulu di dunia mereka beribadah kepada Allah secara rahasia,” ujar Ustaz Abu Hanifah.

Ustaz Abu Hanifah menambahkan bahwa ibadah yang dilakukan secara tersembunyi, seperti puasa, menjadi salah satu bentuk penghambaan yang sangat dicintai Allah. Ia menegaskan bahwa karena puasa dilakukan secara rahasia dan hanya diketahui oleh Allah, maka balasan yang diberikan pun merupakan hak prerogatif Allah semata.

Selain itu, ia juga mengutip sebuah hadis yang menyebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia. “Golongan pertama adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an, kedua orang yang menjaga lisannya, ketiga orang yang memberi makan kepada orang yang lapar, dan keempat adalah orang yang berpuasa di bulan Ramadan,” kata Ustaz Abu Hanifah.

Dalam penjelasannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan selama Ramadan agar pahala puasa tidak berkurang. Ustaz Abu Hanifah mengatakan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh pahala karena masih melakukan gibah, adu domba, atau menyebarkan hal yang tidak bermanfaat.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung keutamaan Ramadan sebagai cahaya bagi umat Nabi Muhammad Saw. Menurut Ustaz Abu Hanifah, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah memberikan dua cahaya kepada umat Nabi Muhammad, yaitu cahaya Ramadan dan cahaya Al-Qur’an yang akan menerangi kehidupan mereka.

“Cahaya Ramadan dan cahaya Al-Qur’an ini akan menyelamatkan manusia dari dua kegelapan, yaitu kegelapan di alam kubur dan kegelapan pada hari kiamat,” ujar Ustaz Abu Hanifah. Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....