Puasa Jari dan Detoks Digital untuk Meraih Kekhusyukan Ramadan

  • 06 Mar 2026 19:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Guna menjaga kesucian bulan Ramadan, Ustaz Muhammad Khozin memperkenalkan konsep "Puasa Jari" dan "Detoks Digital". Strategi ini dianggap krusial agar umat Muslim bisa lebih fokus pada ibadah ritual dan sosial tanpa terganggu oleh hiruk-pikuk dunia maya yang sering kali negatif.

Puasa jari bermakna menahan diri dari segala aktivitas digital yang merugikan, seperti menyebarkan berita bohong atau memberikan komentar pedas. Jari jemari harus dididik untuk hanya membagikan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai dakwah.

"Puasa jari. Hindari menyebarkan berita bohong atau hoaks dan gibah online, terapkan tabayun atau klarifikasi," jelas Ustaz Khozin dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Selasa, 3 Maret 2026.

Selanjutnya, detoks digital diperlukan untuk mengurangi durasi scrolling media sosial yang sering kali memicu sifat pamer atau debat yang tidak berujung. Menurutnya, perdebatan panas di media sosial hanya akan menguras energi spiritual dan mengurangi ketenangan batin selama puasa.

Ustaz Khozin menyarankan agar umat lebih bijak dalam manajemen waktu. "Detoks digital dan menjaga hati. Kurangi scrolling media sosial yang memicu pamer kemewahan atau debat panas yang mengurangi pahala," ujarnya.

Pemanfaatan waktu harus diarahkan pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Menyeimbangkan antara kebutuhan hiburan digital dan kewajiban ibadah seperti tarawih dan tadarus adalah kunci sukses seorang mukmin di era modern.

"Kita bisa mengatur antara hiburan digital dan ibadah," ucap Ustaz Khozin sebagai penutup. Dengan disiplin digital, Ramadan diharapkan kembali ke esensinya sebagai bulan refleksi dan peningkatan kualitas diri secara utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....