Pasar Takjil Ramadan di Balikpapan Dongkrak Ekonomi UMKM
- 20 Feb 2026 17:14 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Begitu jarum jam menyentuh angka empat sore, ruas-ruas jalan di Kota Balikpapan mulai bersalin rupa. Aroma gurih santan dan manisnya gula merah mulai menyeruak ke udara, mengundang warga keluar rumah dalam sebuah ritual tahunan yang tak pernah absen: berburu takjil di Pasar Ramadan.
Pada tahun 2026 ini, atmosfer pasar takjil di "Kota Beriman" terasa lebih tertata. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Surat Edaran Wali Kota secara tegas menekankan pentingnya ketertiban. Para pedagang dilarang menggunakan trotoar dan bahu jalan sebagai lapak jualan guna menjamin kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas bagi pengguna jalan.
Kasi Trantib Kelurahan Klandasan Ulu, Ruslan Haji, menjelaskan bahwa pengelolaan pasar musim ini diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat, sementara pihak kelurahan berperan aktif dalam pengawasan.
“Pasar Ramadan ini dikelola oleh masyarakat. Dari pihak kelurahan, saat ini kami memfasilitasi satu titik area utama untuk memastikan penataannya tetap menjaga estetika dan keindahan kota,” ujar Ruslan saat meninjau lokasi. Ia menambahkan bahwa pemerintah kota sangat mendukung keberadaan pasar ini sebagai motor penggerak ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di tengah kepungan kuliner modern, kudapan tradisional tetap menjadi primadona di lidah warga lokal. Hamparan Tatak, kue khas Kalimantan berbahan dasar tepung beras, santan, serta potongan pisang dan nangka, selalu menjadi incaran utama. Teksturnya yang lembut dan rasa manis yang legit menjadikannya pendamping sempurna untuk membatalkan puasa.
Seorang pedagang senior yang akrab disapa Acil mengungkapkan konsistensinya melestarikan kuliner ini. "Saya sudah berjualan setiap Ramadan selama 30 tahun, bahkan sejak sebelum menikah. Resep Hamparan Tatak ini asli dari Amuntai," ujarnya bangga.
Ruang Inklusif bagi Pedagang
Ketua Panitia Pasar Ramadan Klandasan Ulu, Asikin Nur, menyebutkan bahwa tahun ini tersedia 60 lapak dagangan. Ruang ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga lokal Klandasan Ulu, tetapi terbuka bagi seluruh pedagang di Kota Balikpapan.
“Kami memberikan ruang bagi UMKM untuk bergabung. Tujuannya agar perputaran ekonomi merata,” ucap Asikin kepada RRI.co.id Jum'at 20 Februari 2026.
Selain Hamparan Tatak, menu wajib seperti Bingka Berandam dan Sari Muka juga membanjiri lapak-lapak pedagang. Friska, salah satu penjual aneka kue yang telah mangkal selama 10 tahun, mengaku optimis dengan antusiasme pembeli tahun ini. "Alhamdulillah ramai.
Selain kue basah, risol solo, martabak mini, dan lemper nasi juga sangat diminati," katanya penuh semangat.
Bagi warga Balikpapan, Pasar Ramadan bukan sekadar tempat transaksi jual-beli. Di antara riuh rendah tawar-menawar, terdapat ruang silaturahmi dan kehangatan tradisi yang terus terjaga di setiap sudut kota, sekaligus menjadi bukti nyata denyut nadi ekonomi kerakyatan yang terus berdetak kencang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....