Ramadan Jadi Ruang Pembinaan Moral Generasi Muda

  • 19 Feb 2026 10:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur mengajak generasi muda memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperdalam nilai keagamaan serta memperkuat karakter diri melalui aktivitas positif dan bermanfaat.

Sekretaris FKUB Kaltim, Abdul Hadi, menilai meningkatnya aktivitas pada malam hari selama Ramadan perlu diarahkan pada kegiatan yang membangun, seperti ibadah, kajian, dan kegiatan sosial. Hal ini penting agar energi generasi muda tersalurkan dalam hal produktif dan tidak menimbulkan dampak negatif di masyarakat.

Dalam keterangannya kepada rri.co.id, Kamis 19 Februari 2026, Abdul Hadi menekankan Ramadan merupakan waktu terbaik memperdalam pemahaman agama atau faqihu fiddin. Ia mendorong remaja, khususnya Muslim, memanfaatkan bulan suci untuk meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.

“Bagi kami, khususnya para remaja Muslim, mari momentum Ramadan ini kita gunakan untuk memperdalam keagamaan. Aktivitas yang dilakukan harus memberi kontribusi terbaik bagi umat,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembinaan generasi muda tidak dapat dilepaskan dari keteladanan orang dewasa. Orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus hadir mendampingi serta memberikan contoh nyata dalam praktik kehidupan beragama sehari-hari.

Ia mencontohkan hal sederhana seperti mengajak anak atau remaja salat berjamaah, yang sebaiknya diiringi dengan kehadiran dan pendampingan langsung. Langkah kecil tersebut dinilai efektif membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan.

“Ketika kita mengajak anak berjamaah, diri kita juga harus ikut mendampingi mereka dalam rangka meningkatkan keagamaan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan diri,” ucapnya.

Abdul Hadi juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, memperdalam agama menjadi doa dan harapan yang terus diajarkan sejak masa Rasulullah. Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki arah hidup yang jelas.

Ia berharap generasi muda di Kalimantan Timur menjadikan Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi ruang pembinaan diri dan penguatan nilai spiritual. Dengan demikian, keberadaan anak muda dapat memberi kontribusi positif bagi lingkungan, masyarakat, dan kehidupan berbangsa.

FKUB Kaltim optimistis, jika Ramadan dimaknai sebagai momentum pendidikan moral dan keagamaan, maka akan lahir generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga berkarakter, peduli, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Benua Etam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....