Nobar Piala Dunia Hadirkan Keceriaan bagi Warga Binaan Lapas Samarinda
- 12 Jul 2026 14:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Riuh sorak dan tepuk tangan memenuhi lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda saat pertandingan Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss pada Minggu pagi, 12 Juli 2026. Selama lebih dari dua jam, ratusan warga binaan larut dalam euforia sepak bola, melupakan sejenak rutinitas di balik tembok lembaga pemasyarakatan.
Kegiatan nonton bareng yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 11.30 Wita itu diikuti lebih dari 800 warga binaan. Suasana semakin semarak dengan kuis berhadiah yang diselenggarakan di sela-sela pertandingan, sehingga menghadirkan keceriaan dan kebersamaan bagi para peserta.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, mengatakan momen tersebut menjadi hiburan yang telah lama dinantikan warga binaan. Antusiasme mereka, menurutnya, menunjukkan bahwa olahraga mampu menghadirkan kebersamaan tanpa memandang latar belakang.
"Pagi ini kita lihat bagaimana euforia sahabat-sahabat kita warga binaan. Mereka sangat bahagia karena diberikan kesempatan untuk nonton bareng pertandingan Argentina melawan Swiss. Ini momen yang memang mereka tunggu-tunggu," ujarnya.

Endang mengatakan, tak hanya diikuti warga binaan saja, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sipil. Menurutnya, kehadiran masyarakat yang ikut menyaksikan pertandingan bersama warga binaan juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan.
"Mereka merasa tidak berada di dalam lapas, tetapi berada di tengah-tengah masyarakat. Di samping warga binaan, banyak juga masyarakat yang ikut nonton bersama," kata Endang.
Ia menilai, nonton bareng Piala Dunia merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan semangat positif bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Karena itu, ia berencana akan menggelar kegiatan serupa sampai dengan final Piala Dunia yang dijadwalkan pada 20 Juli 2026.
"Ini salah satu komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi warga binaan. Harapan kami, setelah bebas nanti mereka bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....