Mbappe Dekati Messi, Prancis Melaju tanpa Ampun ke 16 Besar

  • 01 Jul 2026 07:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Prancis semakin menegaskan statusnya sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia FIFA 2026. Les Bleus melaju ke babak 16 besar usai menundukkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar, Rabu, 1 Juli 2026, lewat dua gol Kylian Mbappe dan satu gol Bradley Barcola.

Kemenangan ini bukan sekadar memastikan langkah Prancis ke fase berikutnya menghadapi Paraguay. Laga tersebut juga menjadi panggung lahirnya rekor baru dari Mbappe yang kini resmi menjadi pemain dengan gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia sepanjang sejarah.

Swedia sebenarnya membuka pertandingan dengan cukup berani. Alexander Isak sempat memperoleh ruang tembak di awal pertandingan, tetapi penyelesaiannya masih mampu diamankan Mike Maignan. Setelah peluang itu, pertandingan sepenuhnya menjadi milik Prancis.

Mbappe sempat mengira dirinya membuka keunggulan pada menit ke-20 ketika lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Jacob Widell Zetterstrom. Namun, gol dianulir karena posisi tipis berada di depan garis pertahanan.

Tak lama kemudian, kapten Prancis itu kembali mengancam. Berdiri tanpa kawalan di tiang jauh, tendangannya hanya membentur mistar sebelum bola memantul kembali ke arah penjaga gawang Swedia.

Prancis nyaris mencetak salah satu gol terbaik turnamen ketika Michael Olise melepaskan tendangan salto spektakuler dari dalam kotak penalti. Bola menghantam tiang, sementara peluang lanjutan Ousmane Dembele juga belum membuahkan hasil.

Kebuntuan akhirnya pecah tepat menjelang turun minum. Memanfaatkan skema sepak pojok pendek, Dembele mengirim umpan kepada Mbappe yang dengan tenang mengecoh Viktor Gyokeres sebelum melepaskan tendangan melengkung ke pojok gawang. Gol itu mengubah momentum pertandingan sepenuhnya.

Memasuki babak kedua, dominasi Prancis semakin sulit dibendung. Michael Olise memperlihatkan kualitas visinya dengan mengirim umpan terobosan yang membelah pertahanan Swedia. Bradley Barcola menyambarnya melalui tendangan keras untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Olise memang gagal mencetak gol meski beberapa kali mengancam gawang lawan. Namun kreativitas gelandang Crystal Palace itu kembali menentukan ketika memberikan assist keduanya dalam pertandingan. Mbappe berlari menyambut bola dan dengan dingin mencungkil bola melewati Zetterstrom untuk memastikan kemenangan 3-0.

Swedia baru mampu memberikan ancaman serius di penghujung pertandingan melalui Viktor Gyokeres. Namun Maignan kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting demi menjaga gawang Prancis tetap steril.

Di balik kemenangan tersebut, perhatian dunia kembali tertuju kepada Mbappe. Dua golnya membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 18 gol dari 18 pertandingan. Ia kini menyalip Miroslav Klose dan berdiri sendirian di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Hanya Lionel Messi yang masih berada di atasnya dengan 19 gol.

Lebih istimewa lagi, Mbappe kini mengoleksi 10 gol di fase gugur Piala Dunia. Catatan tersebut menjadi rekor baru sepanjang sejarah turnamen, melewati torehan delapan gol milik Ronaldo Nazario dan legenda Hungaria Sandor Kocsis.

Persaingan menuju Sepatu Emas juga semakin memanas. Mbappe kini telah mengoleksi enam gol di Piala Dunia 2026, jumlah yang sama dengan Lionel Messi. Dengan performa yang terus meningkat, duel keduanya diperkirakan akan menjadi salah satu cerita terbesar hingga akhir turnamen.

Tak hanya Mbappe, penampilan Michael Olise juga layak mendapat sorotan. Dua assist tambahan membuatnya telah mengoleksi lima assist di Piala Dunia 2026, terbanyak dalam satu edisi sejak Thomas Hassler mencatatkan lima assist bersama Jerman pada Piala Dunia 1994.

Secara kolektif, Prancis juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Tim asuhan Didier Deschamps menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam lima pertandingan berturut-turut. Produktivitas tersebut menegaskan bahwa Les Bleus bukan hanya mengandalkan kecemerlangan individu, tetapi juga memiliki variasi serangan yang membuat lawan kesulitan mengantisipasi.

Dengan Deschamps kembali mendampingi tim setelah sempat meninggalkan skuad karena ibundanya meninggal dunia, Prancis kini tampil semakin solid. Kombinasi ketajaman Mbappe, kreativitas Olise, kecepatan Barcola, dan pengalaman para pemain senior menjadikan Les Bleus sebagai tim yang paling ditakuti memasuki babak 16 besar, di mana Paraguay telah menanti sebagai lawan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....