RRI Samarinda Bakal Gelar Nobar Semifinal dan Final Piala Dunia 2026

  • 17 Jun 2026 13:09 WIB
  •  Samarinda

Samarinda, RRI.CO.ID – Aroma kopi beradu dengan ketegangan taktik di atas lapangan hijau. Riuh rendah sorak penonton yang menahan napas saat bola bergulir mendekati gawang, segera berganti menjadi selebrasi yang memecah keheningan malam Kota Tepian. Suasana magis itulah yang tengah disiapkan LPP RRI Samarinda untuk menyambut babak paling krusial dalam jagat sepak bola: Semifinal dan Final Piala Dunia 2026.

Namun, drama di halaman RRI Samarinda nanti bukan cuma milik para megabintang di lapangan hijau. Di sudut-sudut halaman, ada perjuangan lain yang tidak kalah sengit—perjuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menggantungkan asa pada setiap peluit sepak mula.

Bagi Pak Kamto, pemilik Angkringan Mbak Har, momentum Pesta Bola Dunia 2026 ini laksana oase. Kebijakan RRI Samarinda yang membuka pintu halaman kantornya secara lebar untuk masyarakat umum dinilai sebagai langkah nyata dalam menggerakkan roda ekonomi bawah.

"Penyelenggaraan ini tentunya membawa angin segar bagi kami para pelaku UMKM. Ya, intinya saya sangat mendukung banget, masyarakat secara terbuka bisa mengadakan nonton bareng di sini," ujar Kamto setelah Rapat Koordinasi di Ruang Rapat RRI Samarinda, Rabu 17 Juni 2026.

Sebagai pebisnis kuliner, Kamto melihat ada simbiosis mutualisme yang hangat antara pencinta bola dan penyedia takjil malam. Nobar bukan lagi sekadar urusan menonton layar lebar, melainkan ruang interaksi sosial di mana setiap gol yang tercipta berbanding lurus dengan kepulan asap bakaran dan hangatnya wedangan di lapaknya.

"Mudah-mudahan dari pengunjung yang menonton bola bareng ini bisa juga meramaikan angkringan kita. Jadi ada kerja samanyalah. Intinya masyarakat bisa nonton bareng dengan nyaman, dan dari pihak saya penjual kuliner bisa mendapat sebagian hasil dari keramaian mereka nonton itulah," kata Kamto.

Langkah RRI Samarinda menggelar nonton bareng (nobar) ini bukan tanpa persiapan matang. Kepala LPP RRI Samarinda, Siti Saras Wulan, menegaskan bahwa RRI berkomitmen memberikan pengalaman menonton yang legal, aman, dan berkualitas bagi warga Samarinda. Komitmen itu dikunci lewat kepemilikan lisensi resmi penyiaran.

"Insyaallah RRI Samarinda kembali akan mengadakan nobar, nonton bareng. Selain kita memang ada lisensi untuk menyiarkan langsung melalui dengar bareng di udara, alhamdulillah kita juga mendapatkan lisensi resmi untuk menggelar nobar dari TVRI Kalimantan Timur," ucap Siti Saraswulan.

Siti menjelaskan, atmosfer premium ini sengaja disimpan untuk babak puncak. RRI Samarinda akan menyulap halaman kantor menjadi arena komunal yang representatif khusus pada laga semifinal dan final. Dan sejak awal, keterlibatan UMKM sudah dikunci sebagai pilar utama konsep acara.

"Untuk konsepnya, insyaallah RRI Samarinda akan menyelenggarakan nobar itu pada saat semifinal dan final. Tempatnya di halaman RRI Samarinda. Tentunya, ada dukungan layanan dari UMKM juga yang akan men-support kita dalam pelaksanaan ini. Mudah-mudahan berjalan lancar dan sukses untuk Pesta Bola Dunia tahun 2026," katanya optimistis.

Melalui kolaborasi ini, RRI Samarinda sedang mengirimkan pesan kuat: sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan orang-orang, dan media publik adalah jembatan terbaiknya. Di bawah langit Samarinda, ketika tensi semifinal dan final memuncak, halaman RRI tidak hanya akan menjadi saksi lahirnya juara dunia baru, tetapi juga menjadi saksi bagaimana sebuah ruang publik mampu menghidupkan dapur-dapur UMKM lokal.

Peluit panjang mungkin akan mengakhiri pertandingan dalam 90 menit atau babak tambahan, namun dampak perputaran ekonomi dan kehangatan komunal di halaman RRI Samarinda dipastikan akan membekas lebih lama bagi warga dan para pedagang kecil di Kota Samarinda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....