Pertama sejak 2006, Laga Pembuka Piala Dunia Diwarnai Tiga Kartu Merah

  • 12 Jun 2026 21:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Piala Dunia FIFA 2026 dibuka dengan drama dan kontroversi ketika pertandingan perdana antara tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca berubah menjadi laga penuh insiden disiplin. Pertandingan tersebut diwarnai tiga kartu merah, satu insiden penalti, serta beberapa penghentian pertandingan akibat peninjauan Video Assistant Referee (VAR).

Meksiko tampil meyakinkan sejak awal di hadapan lebih dari 80 ribu penonton yang memadati Stadion Azteca. Tim tuan rumah mengendalikan jalannya pertandingan melalui gol Julián Quiñones dan Raúl Jiménez, sembari mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Afrika Selatan.

Namun, pertandingan yang semula tampak berjalan normal berubah menjadi laga yang terfragmentasi dengan banyak penghentian, adu argumentasi antarpemain, dan meningkatnya tensi di lapangan. Insiden-insiden tersebut semakin mendominasi jalannya pertandingan, terutama pada babak kedua.

Afrika Selatan menjadi tim pertama yang harus bermain dengan 10 orang setelah Yaya Sithole menerima kartu kuning kedua akibat melakukan tekel terlambat. Kondisi mereka semakin sulit ketika Themba Zwane juga mendapat kartu merah pada penghujung pertandingan, sehingga tim tamu harus menyelesaikan laga dengan sembilan pemain.

Di kubu Meksiko, César Montes turut diusir keluar lapangan setelah menerima kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap penyerang Afrika Selatan di dalam kotak penalti. Keputusan itu membuat wasit menghadiahkan tendangan penalti kepada Afrika Selatan dan memicu protes dari pemain maupun jajaran pelatih kedua tim.

Sepanjang pertandingan, ritme permainan beberapa kali terganggu oleh pemberian kartu, pemeriksaan VAR, dan berbagai penghentian lainnya. Akibatnya, laga pembuka Piala Dunia 2026 lebih banyak dikenang karena keputusan-keputusan disiplin dibandingkan alur permainan yang mengalir.

Kekacauan dalam pertandingan tersebut segera memunculkan perbandingan dengan salah satu laga paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia, yakni babak 16 besar Piala Dunia 2006 antara Portugal dan Belanda yang dijuluki “Battle of Nuremberg”. Pertandingan itu menghasilkan empat kartu merah dan 16 kartu kuning, serta hingga kini masih dikenang sebagai salah satu laga dengan tensi dan pelanggaran paling tinggi dalam sejarah turnamen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....