Pesta Bola Dunia 2026: Dari Gelombang Udara, Tunanetra Sambut Euforia Piala Dunia
- 25 Mei 2026 12:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Aroma kompetisi dan euforia Piala Dunia FIFA 2026 yang akan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang mulai terasa di berbagai penjuru negeri. Namun di balik gegap gempita pesta sepak bola terbesar dunia itu, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia atau LPP RRI kembali menegaskan perannya sebagai media publik yang inklusif dengan memastikan bahwa semangat dan atmosfer pertandingan tidak hanya dapat dirasakan oleh mereka yang mampu menyaksikan melalui layar kaca, tetapi juga menjadi milik kelompok difabel sensorik netra.
Menjelang kick off turnamen bergengsi tersebut, RRI Samarinda mulai mematangkan program khusus bertajuk “Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026”, sebuah program yang dirancang sebagai ruang bersama bagi para pencinta sepak bola dengan keterbatasan penglihatan agar tetap dapat menikmati setiap tensi pertandingan melalui kekuatan narasi suara yang mengudara dari frekuensi radio.
Program ini menjadi bagian dari gerakan serentak RRI di seluruh Indonesia dalam menghadirkan siaran ramah disabilitas, sekaligus menjadi momentum kembalinya fasilitas khusus bagi komunitas tunanetra setelah terakhir kali aktif pada beberapa periode sebelumnya.
Kepala Stasiun LPP RRI Samarinda, Siti Saras Wulan mengatakan tahun ini menjadi momen penting karena RRI kembali menghadirkan ruang bagi komunitas difabel sensorik netra atau Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) untuk ikut merasakan euforia pesta sepak bola dunia.
“Alhamdulillah, setelah tahun 2018, kita kembali memberikan fasilitasi kepada kaum disabilitas sensorik netra atau PERTUNI. Ini adalah gerakan serentak di seluruh Indonesia,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Senin 25 Mei 2026.
Menurutnya, RRI Samarinda akan mengawal penuh agenda tersebut melalui Programa 1 RRI Samarinda yang akan menjadi saluran utama penyiaran pertandingan agar para pendengar tunanetra tetap dapat mengikuti jalannya laga secara utuh melalui deskripsi penyiar.
“Kita akan kawal. Mudah-mudahan ini bisa menyalurkan apa yang menjadi keinginan kaum PERTUNI untuk bisa andil dalam menyukseskan Pesta Bola Dunia ini. Mereka harus bisa merasakan dan mendengarkan siaran pesta bola yang luar biasa ini di tahun 2026,” ucapnya.
Bagi komunitas tunanetra, radio bukan hanya sekadar media hiburan, melainkan “mata” yang membantu mereka membangun imajinasi tentang apa yang sedang terjadi di lapangan hijau. Melalui detail narasi play-by-play dari komentator radio, mereka dapat membayangkan kecepatan serangan pemain, atmosfer stadion, hingga dramatisnya detik-detik terciptanya gol.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia atau PERTUNI Kota Samarinda, Jumri mengaku sangat mengapresiasi langkah RRI Samarinda yang kembali menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menikmati siaran Piala Dunia bersama-sama.
“Kami sebagai PERTUNI Samarinda sangat setuju dan berterima kasih banyak. Acara ini sangat membantu dan mendukung kami untuk bisa bersama-sama mendengarkan bareng sepak bola dunia,” ujarnya penuh semangat.
Menurut Jumri, siaran radio memiliki kedekatan emosional tersendiri bagi komunitas tunanetra karena seluruh jalannya pertandingan diterjemahkan melalui suara. Dari suara itulah mereka membangun suasana, ketegangan, hingga kegembiraan yang sama seperti penonton lain yang menyaksikan langsung melalui televisi.
Ia berharap program ramah disabilitas seperti ini tidak berhenti hanya pada momentum Piala Dunia, tetapi dapat terus berlanjut dan dikembangkan di masa mendatang agar semakin banyak kelompok difabel yang merasa terlibat dan diperhatikan dalam ruang publik penyiaran.
“Harapan kami, kalau bisa program ini diteruskan saja agar terus ramah bagi kami. Kami jadi lebih bersemangat untuk mendengarkan. Semoga siarannya semakin ditingkatkan lagi dan lebih bagus ke depannya,” katanya.
Melalui program “Dengar Bareng Pesta Bola Dunia 2026” ini, RRI Samarinda kembali menegaskan khitahnya sebagai media pemersatu bangsa yang tidak hanya menghadirkan informasi, tetapi juga membangun ruang kebersamaan tanpa batas, di mana keterbatasan fisik tidak lagi menjadi penghalang untuk ikut merasakan euforia dan semangat pesta sepak bola dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....