Keringat Menjadi Berkah, Dua Remaja Kaltim Harumkan Nama Daerah di MTQ Nasional

  • 20 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Samarinda

RRI,CO,ID,Balikpapan- Dua kafilah muda asal Kalimantan Timur menorehkan kisah inspiratif melalui dedikasi dan konsistensi tinggi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXXI 2026 tingkat nasional.

Meski berkompetisi di cabang yang berbeda, Alya Safa Zaskia Firly dan Muhammad Haikal Al Ghifari sama-sama membuktikan bahwa kerja keras jangka panjang menjadi kunci utama di balik pencapaian mereka.

Perjuangan Membangun Harmoni di Cabang Syarhil Qur'an. Alya Safa Zaskia Firly, delegasi asal Samarinda, berhasil menembus panggung nasional pertamanya pada cabang Syarhil Qur’an Putri. Sebagai seorang pensyarah, Alya memikul tanggung jawab ganda: menguasai materi pidato sekaligus menjaga keterpaduan dengan rekan setimnya. Persiapan intensif selama hampir satu tahun menjadi fondasi utama penampilannya.

"Tantangannya menyatukan tiga chemistry, tiga hati menjadi satu. Setiap anak memiliki tanggung jawabnya sendiri ketika tampil. Sebagai pensyarah, tantangan terbesar saya ada pada hafalan materi dan membangun keselarasan antaranggota tim," ungkap Alya kepada RRI di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada Minggu, 20 September 2026.

Alya menambahkan bahwa latihan berlangsung intensif selama 9 hingga 10 bulan penuh tanpa jeda. Sebelum melangkah ke tingkat nasional, ia telah mengukir prestasi di tingkat kota hingga provinsi.

"Harapan saya, ilmu yang diperoleh selama masa pelatihan dapat bermanfaat bagi saya dan rekan-rekan di masa depan," ujarnya.

Kisah gemilang lainnya datang dari Muhammad Haikal Al Ghifari (17), siswa SMA IT Al-Istiqamah Balikpapan. Haikal mencatatkan keikutsertaannya yang keempat di ajang nasional sejak 2023 hingga 2026, sekaligus mengamankan gelar juara pertama nasional untuk kedua kalinya setelah kemenangan perdananya pada cabang Tafsir Bahasa Arab di MTQ Nasional 2024 di Samarinda.

Dalam menjaga hafalan Al-Qur'an, Haikal mengandalkan disiplin murajaah serta stimulasi audio melalui rekaman lantunan ayat suci.

"Saya memanfaatkan audio dengan memutar murattal dari syekh favorit. Mendengarkan murattal sangat membantu proses menghafal, khususnya bagi mereka yang mengandalkan indra pendengaran. Kuncinya adalah tetap istikamah dan jangan pernah berhenti. Rasa lelah itu wajar, tetapi hasilnya kelak akan sangat membanggakan," ucap Haikal.

Prestasi kedua remaja ini menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang MTQ bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan ruang pembuktian atas komitmen, pemahaman, dan syiar nilai-nilai Al-Qur'an bagi generasi muda Kalimantan Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....