DPRD Balikpapan Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite 1.250 KL

  • 12 Sep 2026 22:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan- Kota Balikpapan resmi mendapatkan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite sebanyak 1.250 kiloliter hingga akhir tahun 2026.

Keputusan tersebut merupakan hasil audiensi antara Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta pada Jumat,11 September 2026.

Alokasi baru ini menggenapkan kuota Pertalite Balikpapan tahun 2026 yang sebelumnya dipatok pada angka 51.868 kiloliter.

Koordinator Komisi II DPRD Balikpapan, Budiono, menyatakan bahwa penambahan volume dan titik distribusi ini bertujuan untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

"Pertemuan kami bertujuan memperjuangkan kuota BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Biosolar. Akhirnya tercapai kesepakatan penambahan kuota Pertalite sebanyak 1.250 kiloliter," ujar Budiono kepada RRI via pesan suara pada Sabtu, 12 September 2026 malam.

Poin-poin utama penyesuaian penyaluran BBM bersubsidi di Balikpapan meliputi: Pelayanan Pertalite diperluas ke lima SPBU. Dua unit telah beroperasi melayani warga, sedangkan tiga unit sisanya dijadwalkan mulai beroperasi paling lambat 17 September 2026.

Usulan tambahan Biosolar belum disetujui karena BPH Migas mensyaratkan surat permohonan resmi dari Pemerintah Kota Balikpapan sebelum menambah kuota eksisting sebesar 83.213 kiloliter. Batas pengisian Biosolar untuk truk logistik antardaerah diusulkan naik dari 120 liter menjadi 200 liter per unit, dengan syarat kendaraan berpelat lokal, memiliki uji kelayakan (KIR) aktif, serta tidak melanggar ketentuan batas dimensi dan muatan (Over Dimension and Over Loading).

Regulasi pembagian jam layanan Pertalite serta sistem pelat ganjil-genap per 1 September 2026 dipastikan akan dikaji ulang guna meminimalkan hambatan teknis di lapangan.

"Penambahan kuota dan SPBU penyalur ini ditujukan untuk menyelesaikan masalah agar masyarakat tidak perlu lagi mengantre hingga larut malam dan aktivitas ekonomi warga sekitar tetap berjalan tertib," kata Budiono menutup pesan suara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....