Presiden Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KMP Virgo Transport 8

  • 17 Sep 2026 19:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah diminta tidak berhenti pada upaya pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan investigasi mendalam dan objektif untuk mengungkap penyebab kecelakaan kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut.

Arahan itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 16 September 2026. Presiden juga meminta pemerintah memastikan hak-hak keluarga korban terpenuhi dan penanganan kecelakaan dikoordinasikan secara menyeluruh.

“Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi yang mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut,” ujar Prabowo, dikutip dari laman Sekretariat Negara, Kamis 17 September 2026.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafi’i melaporkan, KMP Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada 13 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 penumpang dan 89 kendaraan.

Sekitar pukul 01.00, kapal menghadapi cuaca buruk berupa gelombang kuat dan angin kencang. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan kapal mengalami kemiringan berat sebelum komunikasi terputus. Pada pukul 04.10, Basarnas mengaktifkan operasi pencarian dan pertolongan melalui Basarnas Command Center.

Pada hari pertama operasi, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi ikut membantu proses evakuasi, di antaranya MT Mauhau, TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal nelayan Sri Asih. Sebanyak 108 orang berhasil diselamatkan, sementara enam korban ditemukan meninggal dunia. Total 114 korban berhasil dievakuasi pada hari pertama.

Memasuki hari keempat, pencarian masih dilakukan melalui unsur laut dan udara. Basarnas juga menyiapkan tiga tim untuk operasi bawah air, terdiri atas satu tim Basarnas Special Group serta dua tim TNI Angkatan Laut dari pasukan katak dan penyelam khusus. Operasi tersebut didukung KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut yang memiliki kemampuan operasi bawah air.

Pemerintah memastikan pencarian dan evakuasi terus dilakukan, sementara investigasi akan diarahkan untuk mengungkap secara menyeluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan. Hasil penyelidikan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat langkah mitigasi dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi. Presiden sebelumnya juga menegaskan pentingnya mengetahui penyebab kecelakaan sebagai dasar perbaikan keselamatan pelayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....