Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Sistem Keuangan Nasional

  • 28 Jul 2026 09:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 27 Juli 2026. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi lintas otoritas dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan KSSK akan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, terutama dalam pelaksanaan kebijakan yang menjadi kewenangan masing-masing lembaga.

"Intinya bagaimana KSSK terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama, khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan," kata Destry.

Ia menegaskan sinergi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan.

"Intinya peningkatan dari Bank Indonesia apa yang bisa dilakukan, dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Destry menegaskan kebijakan moneter Bank Indonesia tetap berfokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Menurutnya, BI akan terus hadir di pasar melalui berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas.

"Kami juga akan terus berada di pasar, baik melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), ataupun Non-Deliverable Forward (NDF). Kebijakan kami yang bersifat pro-growth akan diteruskan melalui kebijakan makroprudensial," kata Destry, dikutip dari laman Sekretariat Negara, Selasa 28 Juli 2026.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia juga akan melanjutkan berbagai kebijakan untuk mendorong masuknya aliran modal asing. Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Juli 2026, salah satu kebijakan yang ditempuh ialah memberikan insentif bagi arus modal masuk, termasuk melalui penurunan biaya lindung nilai (hedging).

"Jadi kami berlima bersama anggota Dewan Gubernur yang lain akan terus berkomitmen melanjutkan tugas sesuai amanah yang telah dimandatkan kepada kami di Bank Indonesia," ujarnya.

Melalui penguatan koordinasi KSSK yang dipimpin langsung Presiden Prabowo, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sebagai fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan pasar, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....