Pemerintah Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen pada 2027
- 04 Sep 2026 07:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027 dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal. Target tersebut menjadi arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI mengenai pengantar asumsi dasar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, seperti dikutip dari laman Setneg.go.id, Kamis 3 September 2026.
Purbaya mengatakan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen, diperlukan percepatan investasi hingga tumbuh sekitar 7 persen. Upaya tersebut akan didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Danantara.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan, investasi pemerintah akan berfungsi sebagai katalis, sedangkan sektor swasta diharapkan menjadi motor utama investasi nasional. Sementara itu, Danantara akan berperan dalam pengembangan investasi di sektor strategis dan program hilirisasi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan daya tahan yang kuat.
Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3 persen, sedangkan defisit APBN berada pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Purbaya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah akan terus memperkuat stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, menjaga suku bunga yang kompetitif, serta memastikan stabilitas nilai tukar rupiah.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha. “Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah juga akan mengoptimalkan sektor-sektor strategis, terutama minyak dan gas bumi (migas), untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan lifting migas, percepatan pengembangan cadangan energi, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan iklim investasi di sektor hulu migas.
Berbagai kebijakan pendukung, seperti kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi, juga akan terus diperkuat untuk menarik investasi.
Meski mendorong pertumbuhan yang lebih agresif, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesehatan fiskal negara. Reformasi fiskal akan dilanjutkan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan defisit yang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ucap Purbaya.
Fokus SEO: pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027, target ekonomi 6 persen, RAPBN 2027, investasi 7 persen, dan kebijakan fiskal 2027. Struktur subjudul juga dibuat lebih mudah dipindai pembaca dan mesin pencari.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada tahun 2027 dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan kesinambungan fiskal. Target tersebut menjadi arah utama kebijakan ekonomi dan fiskal dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 guna mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI mengenai pengantar asumsi dasar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Dikutip dari laman Setneg.go.id. Kamis 3 September 2026. Menurut Purbaya, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6 persen diperlukan percepatan investasi hingga tumbuh sekitar 7 persen. Upaya tersebut akan didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan Danantara.
“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa investasi pemerintah akan berfungsi sebagai katalis, sementara sektor swasta diharapkan menjadi motor utama investasi nasional. Di sisi lain, Danantara akan berperan dalam pengembangan investasi di sektor-sektor strategis dan program hilirisasi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,45 persen dengan tingkat inflasi yang tetap terkendali.
Selain itu, hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3 persen, sementara defisit APBN berada pada level 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Purbaya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, pemerintah akan terus memperkuat stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, menjaga suku bunga yang kompetitif, serta memastikan stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha.
“Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah juga akan mengoptimalkan sektor-sektor strategis, terutama minyak dan gas bumi (migas), guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan lifting migas, percepatan pengembangan cadangan energi, pemanfaatan teknologi, serta perbaikan iklim investasi di sektor hulu migas.
Berbagai kebijakan pendukung seperti kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi juga akan terus diperkuat untuk menarik investasi.
Meski mendorong pertumbuhan yang lebih agresif, pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesehatan fiskal negara. Reformasi fiskal akan dilanjutkan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan defisit yang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ucap Purbaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....