Kabut Asap Karhutla Ganggu Rute Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan
- 31 Agt 2026 20:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan — Operasional Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dipastikan tetap aman dan normal, meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada 23 penerbangan rute regional.
General Manager Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa jarak pandang (visibility) di area Balikpapan masih memenuhi batas standar keselamatan penerbangan untuk lepas landas (take-off) maupun pendaratan (landing). Kendala murni terjadi di bandara asal dan tujuan regional seperti Banjarmasin (BDJ), Melak (GHS), Palangkaraya (PKY), dan Malinau (LNU) yang jarak pandangnya berada di bawah batas minimum (below minima).
"Untuk karhutla, kondisinya memang sering berubah-ubah. Hari ini, Senin, 31 Agustus 2026, Citilink rute Balikpapan–Banjarmasin yang dijadwalkan terbang pukul 07.45 WITA harus menunggu hingga pukul 09.23 WITA karena jarak pandang di Banjarmasin harus disesuaikan dengan batas minimum," ujar Iwan kepada RRI melalui pesan suara pada Senin, 31 Agustus 2026.
Iwan menambahkan bahwa kabut asap juga memicu pengalihan pendaratan (divert) menuju Balikpapan. "Dua penerbangan, yakni rute Jakarta–Palangkaraya dan Surabaya–Palangkaraya, dialihkan ke Balikpapan karena kondisi di Palangkaraya hingga pukul 11.00 WITA tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan," kata Iwan.
Sepanjang periode 20 hingga 31 Agustus 2026, tercatat rincian penyesuaian operasional rute Banjarmasin (BDJ): Keterlambatan jadwal penerbangan dialami maskapai Wings Air dan Citilink untuk rute keberangkatan maupun kedatangan. Rute Melak (GHS): Pembatalan seluruh penerbangan Wings Air pada periode 28 hingga 30 Agustus 2026 akibat jarak pandang terbatas di Bandara Melak.
Sedang, rute Malinau (LNU) dan Palangkaraya (PKY): Mengalami keterlambatan kedatangan menuju Balikpapan. Pihak manajemen Bandara SAMS Sepinggan terus memperkuat koordinasi intensif bersama AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta maskapai penerbangan guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....