Indonesia RRT Perkuat Kerja Sama Digital dan AI
- 24 Agt 2026 15:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan membentuk Working Level Group untuk membahas kerja sama sektor komunikasi dan digital secara lebih teknis. Kelompok kerja ini akan membahas pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), transfer teknologi, serta keterlibatan ekosistem industri dari kedua negara.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan, pembentukan kelompok kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia dan RRT yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia. “Antarsektoral sendiri tadi sudah dibicarakan akan ada istilahnya Working Level Group,” ujar Angga seusai menghadiri CSD Indonesia dan RRT di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Angga, kelompok kerja tersebut akan mempertemukan Kementerian Komunikasi dan Digital dengan sejumlah mitra kerja di RRT. Pembahasan juga akan melibatkan ekosistem industri kedua negara agar kerja sama digital dapat diarahkan pada agenda yang lebih konkret, termasuk pengembangan AI di Indonesia dan transfer teknologi.
Selain kerja sama digital, Indonesia dan RRT turut membahas potensi kerja sama di bidang mineral kritis. Angga mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis yang berpotensi diolah menjadi bahan pendukung pengembangan mikrocip dan semikonduktor. “Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia,” katanya.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyampaikan posisi dalam tata kelola AI global. Indonesia telah bergabung dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama AI yang diinisiasi di Shanghai. Keterlibatan tersebut dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk turut berperan dalam pembentukan tata kelola AI dunia.
Angga menegaskan, Indonesia membawa prinsip bahwa pengembangan AI harus memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Teknologi tersebut diharapkan dikembangkan untuk kebaikan dan mendorong kerja sama antarnegara. “Kita juga mengedepankan bahwa AI itu untuk kebaikan, untuk humanity,” ujarnya.
Pembahasan kerja sama Indonesia dan RRT akan dilanjutkan melalui Working Level Group dalam pertemuan berikutnya. RRT dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan pada awal 2027. CSD tersebut turut melibatkan sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Perdagangan, untuk membahas agenda kerja sama lintas sektor.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....