Kemenkes Percepat Pembangunan Rumah Sakit Lapangan di Manggarai

  • 22 Agt 2026 12:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi bagi korban gempa bumi tetap berjalan, meskipun sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana.

Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, Kamis 20 Agustus 2026, rumah sakit lapangan tersebut menjadi dukungan bagi pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung persiapan fasilitas itu pada Selasa 18 Agustus 2026.

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing mampu menampung 20 pasien, dan satu tenda khusus digunakan sebagai ruang operasi yang steril serta dapat diisolasi. Kami berharap rumah sakit lapangan ini sudah dapat mulai beroperasi besok,” ujar Menkes Budi.

Selain ruang rawat inap dan ruang operasi, rumah sakit lapangan dilengkapi satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD). Tiga tenda rawat inap yang masing-masing berkapasitas 20 pasien dapat menyediakan sekitar 60 tempat tidur pada tahap awal.

Kemenkes berencana menambah tenda rawat inap sehingga kapasitas rumah sakit lapangan dapat ditingkatkan menjadi minimal 100 tempat tidur. Tenda tambahan tersebut dikirim dari Bali untuk memperkuat kapasitas pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 tempat tidur rawat inap. Saat ini sedang dikirim tenda tambahan dari Bali,” kata Menkes Budi.

Rumah sakit lapangan dirancang untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien. Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien dan peralatan medis, sekaligus membantu menjaga kebersihan serta mencegah air masuk ke dalam tenda saat hujan.

Tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai penanganan bencana di sejumlah negara, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Fasilitas tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah ruang operasi. Tenda ruang operasi dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga standar keselamatan serta mencegah infeksi selama tindakan pembedahan.

Ruang operasi tersebut dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area khusus untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruangan akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.

“Ini adalah ruang operasi. Nanti akan melalui proses sterilisasi. Ruang ini steril dan dapat diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah kami gunakan saat bencana di Sumedang dan Aceh,” ucap Menkes Budi.

Dengan adanya rumah sakit lapangan ini, pelayanan kesehatan bagi korban gempa di Manggarai diharapkan tetap berjalan optimal meskipun fasilitas kesehatan terdampak bencana. Kemenkes terus memperkuat layanan kesehatan di daerah terdampak untuk mendukung proses pemulihan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....