Menkeu Purbaya: Pemerintah Pastikan Insentif Kendaraan Listrik Berlanjut
- 05 Agt 2026 15:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, khususnya menuju era kendaraan rendah emisi.
Dalam empat tahun terakhir, pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia meningkat hampir 15 kali lipat. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif sekaligus meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Pemerintah terus berfokus pada peningkatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, serta memperkuat daya saing industri nasional.
Dalam GAIKINDO International Automotive Conference yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Selasa 4 Agustus 2026, Menkeu memastikan kebijakan insentif kendaraan listrik akan terus dilanjutkan.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan paket stimulus baru untuk kendaraan listrik. Program tersebut mencakup dukungan bagi sekitar 500 ribu sepeda motor listrik serta insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak, terutama di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.
"Presiden Prabowo ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah sebabnya kita terus mendorong pengembangan kendaraan listrik. Kebijakan ini tidak akan dihentikan, justru akan terus dilanjutkan," ujar Purbaya.
Selain itu, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif agar proses investasi di sektor industri dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Purbaya mencontohkan percepatan investasi Hyundai sebagai bukti efektivitas penyederhanaan birokrasi. Melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, proses mulai dari penyampaian komitmen investasi hingga peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat bulan.
Pemerintah juga mengajak produsen otomotif global untuk memperbesar investasinya di Indonesia, termasuk memindahkan fasilitas produksi regional ke Tanah Air. Berbagai insentif kompetitif telah disiapkan untuk mendukung langkah tersebut.
Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, industri otomotif memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena mampu menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Sektor ini juga didukung kapasitas produksi terpasang yang mencapai sekitar 2,6 juta kendaraan per tahun.
Selain itu, industri otomotif memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai sektor lain, seperti baja, elektronik, bahan kimia, logistik, hingga jasa keuangan.
| Baca juga: Presiden Prabowo: Pastikan Harga Terkendali |
Purbaya menambahkan, peningkatan permintaan kendaraan sangat bergantung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin meningkat pula daya beli masyarakat sehingga pasar otomotif domestik dapat berkembang lebih pesat.
Karena itu, berbagai kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat pasar industri otomotif nasional.
"Saya akan memperbaiki iklim investasi sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memperoleh keuntungan yang baik. Jadi, ini merupakan hubungan timbal balik. Saya ingin Indonesia menjadi basis produksi bagi produsen mobil di kawasan sekaligus menjadi pusat ekspor ke berbagai negara dan pasar global," katanya.
Menutup paparannya, Purbaya menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci daya saing industri otomotif pada masa depan.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri otomotif yang lebih bersih, lebih cerdas, lebih efisien, dan berdaya saing global. Potensi tersebut didukung oleh sumber daya yang melimpah, pasar domestik yang besar, serta talenta sumber daya manusia yang kompetitif.
"Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Jika pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, industri otomotif juga akan terus maju," ujar Purbaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....