Sejarah Pengibaran Merah Putih di Sanga Sanga, Simbol Perlawanan Rakyat Kaltim

  • 04 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.ID.CO.Samarinda - Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Puncak perlawanan rakyat terjadi pada 27 Januari 1947, saat para pejuang berhasil menguasai Sanga Sanga dan mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai lambang kedaulatan Republik Indonesia.

Pengibaran Bendera Merah Putih di Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang menunjukkan kuatnya semangat perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga itu diperingati setiap 27 Januari sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa.

Mengutip Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga terjadi pada 27 Januari 1947, ketika para pejuang Indonesia berupaya merebut kembali wilayah Sanga Sanga dari tangan Belanda. Saat itu, kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena merupakan daerah penghasil minyak yang menjadi salah satu sumber penting bagi pihak kolonial.

Jauh sebelum penyerangan dilakukan, para pejuang telah menggelar sejumlah pertemuan rahasia untuk menyusun strategi. Mereka menyadari bahwa persenjataan yang dimiliki sangat terbatas dibandingkan dengan pasukan Belanda. Oleh sebab itu, unsur kejutan menjadi kunci utama dalam menjalankan operasi perebutan kota.

Untuk mengelabui musuh, para pejuang memanfaatkan suasana keramaian pada malam sebelum penyerangan. Berbagai pertunjukan hiburan digelar sehingga perhatian tentara Belanda teralihkan. Di balik suasana tersebut, para pejuang diam-diam membagikan senjata dan menempatkan pasukan di titik-titik yang telah ditentukan.

Rencana itu berjalan sesuai harapan. Pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, serangan serentak dilancarkan ke sejumlah lokasi penting yang dikuasai Belanda. Dengan semangat juang yang tinggi, para pejuang berhasil melumpuhkan pertahanan lawan dan menguasai beberapa objek strategis di Sanga Sanga.

Keberhasilan operasi tersebut berlanjut hingga pagi hari. Sekitar pukul 09.00 WITA, para pejuang berhasil menguasai Kota Sanga Sanga. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa persatuan, keberanian, dan strategi yang matang mampu mengalahkan keterbatasan yang dimiliki para pejuang.

Momen paling bersejarah dalam peristiwa itu terjadi ketika Bendera Merah Putih dikibarkan di Sanga Sanga. Berdasarkan catatan Diskominfo Kaltim, seorang pejuang bernama La Hasan memanjat tiang bendera, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian berwarna biru, kemudian mengibarkan kembali kain yang tersisa sebagai Bendera Merah Putih. Tindakan tersebut menjadi simbol kemenangan dan penegasan bahwa wilayah itu berada di bawah semangat Republik Indonesia.

Pengibaran Merah Putih disambut dengan sorak "Merdeka" dari masyarakat dan para pejuang yang berada di lokasi. Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Sanga Sanga. Momen tersebut menjadi simbol bahwa tekad mempertahankan kemerdekaan tidak pernah padam meski harus menghadapi kekuatan militer yang lebih besar.

Meski berhasil menguasai kota untuk sementara waktu, perjuangan rakyat Sanga Sanga tidak berhenti sampai di situ. Perlawanan terhadap pasukan Belanda terus berlangsung dan memakan banyak korban. Banyak pejuang gugur di medan perang, sementara masyarakat tetap memberikan dukungan demi mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Untuk mengenang jasa para pejuang, kini berdiri Monumen Perjuangan Merah Putih Sanga Sanga. Monumen tersebut menjadi pengingat akan pengorbanan para pahlawan sekaligus destinasi sejarah yang sering dikunjungi masyarakat, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengetahui perjalanan perjuangan rakyat Kalimantan Timur.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama masyarakat setiap tahun memperingati Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga melalui upacara, ziarah, dan berbagai kegiatan edukatif. Peringatan tersebut bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, patriotisme, serta semangat cinta tanah air kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

Peristiwa Merah Putih Sanga Sanga menjadi bukti bahwa semangat mempertahankan kemerdekaan tumbuh di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur. Keberanian para pejuang yang berhasil mengibarkan Merah Putih di tengah ancaman penjajah menjadi warisan sejarah yang terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga persatuan, menghargai jasa para pahlawan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian bagi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....