Presiden Prabowo: Pemerataan Listrik Desa Ketahanan Energi Nasional
- 30 Jul 2026 08:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 28 Juli 2026. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis di sektor energi, mulai dari percepatan pemerataan akses listrik desa, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), hingga penguatan ketahanan energi nasional.
Dikutip dari laman Sekretariat Negara, salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah adalah percepatan elektrifikasi desa. Program ini ditujukan untuk memperluas akses listrik di wilayah-wilayah yang hingga kini belum terjangkau jaringan kelistrikan.
Bahlil mengatakan, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program listrik desa agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses energi yang merata.
"Total desa yang belum ada listrik sekitar 11.000. Alhamdulillah, pada tahun 2025 programnya sudah selesai di sekitar 1.400 desa lebih," ujar Bahlil kepada awak media.
Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia memperoleh akses listrik sebagai bagian dari pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selain itu, Presiden juga membahas percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Salah satu proyek strategis yang akan segera memasuki tahap pembangunan ialah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).
"Kami juga membahas implementasi PLTS 100 gigawatt yang insyaallah akan segera memasuki tahap groundbreaking," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, proyek PLTS berkapasitas 100 GW tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih. Program itu juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....