Presiden Percepat Pembentukan Pusat Keuangan Internasional Indonesia

  • 28 Jul 2026 06:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mempercepat langkah pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) sebagai pusat keuangan bertaraf internasional. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing investasi Indonesia di tingkat global.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan Presiden meminta agar pembentukan IIFC segera ditindaklanjuti setelah Undang-Undang yang menjadi landasan hukumnya disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, pemerintah ingin proses pembentukan pusat keuangan tersebut berjalan lebih cepat dan terarah.

"Rencana pelaksanaan Indonesia International Financial Center yang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR, Bapak Presiden meminta agar segera ditindaklanjuti. Rencananya akan dibangun di Bali," ujar Rosan dalam keterangan pers usai rapat.

Rosan menjelaskan, pemerintah memperkirakan waktu persiapan sekitar dua hingga tiga tahun agar IIFC di Bali dapat beroperasi sebagai pusat jasa keuangan bertaraf internasional. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi asing sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat bisnis dan keuangan di kawasan.

Ia juga mengungkapkan bahwa respons investor terhadap rencana pembentukan IIFC sangat positif. Hal itu terlihat saat dirinya bertemu dengan 11 investor dari family office dan sejumlah lembaga investasi di Bali. Menurut Rosan, para investor menyambut baik rencana Indonesia memiliki pusat keuangan internasional.

Selama pembangunan kawasan utama di Bali berlangsung, pemerintah akan mengoperasikan IIFC terlebih dahulu di Jakarta. Masa transisi selama dua hingga tiga tahun itu akan dimanfaatkan untuk menyiapkan perangkat kelembagaan, regulasi, serta infrastruktur pendukung sebelum pusat keuangan tersebut beroperasi penuh di Bali.

"Pemerintah telah menyiapkan gedung di Jakarta sebagai lokasi operasional sementara IIFC selama masa transisi," kata Rosan. Informasi tersebut disampaikan usai rapat terbatas Presiden Prabowo dan dimuat dalam laman Sekretariat Negara yang dikutip pada Senin 27 Juli 2026. Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan internasional yang kompetitif di kawasan Asia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....