Petani Antusias Sambut Kehadiran Presiden Prabowo di PENAS XVII
- 26 Jun 2026 07:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Gorontalo – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu 24 Juni 2026, disambut antusias ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan yang mempertemukan petani, nelayan, dan pelaku usaha pertanian itu menjadi ajang memperkuat kolaborasi sekaligus mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Salah satu peserta, Timotius, petani asal Papua Barat Daya, mengaku bangga dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Selama ini, ia hanya mengikuti aktivitas kepala negara melalui televisi, media, dan telepon seluler. "Puji Tuhan, hari ini saya bisa bertemu langsung dengan Bapak Presiden," ujarnya, seperti dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden.
Timotius juga mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam penyediaan pupuk subsidi yang dinilai semakin mudah diakses dan lebih terjangkau. Menurutnya, kebijakan tersebut membantu petani menekan biaya produksi sehingga kegiatan bercocok tanam dapat berjalan lebih lancar. Ia menambahkan, bantuan pemerintah untuk komoditas jagung dan padi turut mendorong kesiapan petani di daerahnya membuka sekitar 250 hektare lahan sawah baru.
Apresiasi serupa disampaikan Yasin, petani asal Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri Pertanian atas perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian. Yasin berharap Presiden senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin bangsa serta terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani.
Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Petrus Syattle, menilai PENAS XVII menjadi wadah strategis bagi petani untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, dan mempelajari perkembangan teknologi pertanian. Menurutnya, kegiatan yang difasilitasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut menjadi motivasi bagi petani, khususnya di kawasan Indonesia Timur, untuk terus meningkatkan kapasitas.
Petrus mengatakan keikutsertaan petani Papua dalam PENAS bertujuan agar mereka dapat belajar langsung dari praktik-praktik pertanian yang berhasil diterapkan di berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, petani diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta daya saing sehingga sejajar dengan petani dari wilayah lain di Indonesia.
Melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi antarpetani dalam forum nasional seperti PENAS XVII, para peserta optimistis produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani akan terus meningkat. Di sisi lain, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai salah satu prioritas pembangunan Indonesia. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....