Presiden Tegaskan Persatuan Ulama dan Umara untuk Kepentingan Rakyat

  • 24 Jun 2026 11:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persatuan antara ulama dan umara dalam menjaga kepentingan rakyat serta memperkuat pembangunan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) pada Selasa 23 Juni 2026.

Dilansir dari Setneg.go.id, Rabu 24 Juni 2026, acara penutupan tersebut berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang berisi para kiai dan ulama yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, khususnya di pedesaan. Kedekatan tersebut, menurutnya, membuat para ulama memahami secara langsung kondisi dan kebutuhan rakyat kecil.

“Para kiai dan para ulama adalah tokoh-tokoh yang paling dekat dengan rakyat, paling dekat apalagi dengan rakyat di pedesaan. Karena itu para kiai dan para ulama paham dan mengerti apa yang dirasakan rakyat. Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menekankan sinergi antara ulama, umara, TNI, Polri, dan pemerintah merupakan hal yang alami karena seluruh elemen tersebut berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kepentingan bangsa.

“Karena tentara, pejuang, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat. Ulama sama umara bersatu untuk negara dan bangsa. Sesungguhnya kita mengerti apa yang dirasakan rakyat kita,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan komitmennya terhadap amanat sumpah jabatan yang diemban sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Menurutnya, menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 berarti bersikap jujur dan terbuka terhadap realitas yang terjadi.

“Saya disumpah, saya harus menjalankan. Kita tidak perlu pura-pura, kita tidak perlu bicara manis-manis. Sudah saatnya kita bicara apa adanya,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti adanya berbagai penyimpangan yang menyebabkan kekayaan negara tidak sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

“Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggap ini suatu kelalaian kita bersama. Tapi saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat,” kata Presiden.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah bertujuan untuk memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama, serta menjaga agar kekayaan negara kembali untuk kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam penutupan Munas dan Konbes NU 2026 tersebut menjadi penegasan pentingnya sinergi ulama dan umara sebagai fondasi persatuan nasional. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat keadilan sosial serta memastikan pembangunan nasional berjalan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....