Presiden Prabowo Dorong Himbara Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • 22 Jun 2026 11:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran komisaris dan direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis 18 Juni 2025. Dilansir dari Setneg.go.id pada Senin 22 Juni 2026, dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan pentingnya peran strategis perbankan Himbara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan kapitalisasi pasar gabungan bank Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total nilai perusahaan di pasar modal Indonesia.

“Bank Himbara itu nilainya, tadi ditanyakan satu per satu, seperti Bank Mandiri kurang lebih Rp450 triliun berdasarkan kapitalisasi pasar di bursa. Kemudian BNI sedikit di atas Rp450 triliun, BTN sekitar Rp200 triliun, serta BSI dan bank lainnya. Jika dijumlahkan, totalnya kurang lebih Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari total nilai pasar modal Indonesia,” ujar Rosan.

Rosan menyampaikan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar bank Himbara tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat di semua lapisan, mulai dari UMKM, sektor komersial, hingga korporasi,” kata Rosan.

Ia juga menegaskan bahwa bank Himbara memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah. Namun, seluruh proses bisnis harus tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan profesionalisme.

“Yang paling penting adalah semuanya dijalankan dengan asas kehati-hatian dan secara profesional agar kehadiran Himbara benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia dengan kesempatan yang sama,” ujarnya.

Terkait kondisi global, Rosan turut menyoroti penurunan harga minyak dunia yang berada di bawah 80 dolar Amerika Serikat (AS). Ia berharap kondisi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Harga minyak sudah menurun di bawah 80 dolar AS dan harapannya ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian kita,” katanya.

Lebih lanjut, Rosan menekankan pentingnya kemandirian ekonomi Indonesia. Ia menyebut peran sektor perbankan, khususnya Himbara, sangat vital dalam mendukung terciptanya ekonomi nasional yang berdiri di atas kaki sendiri.

“Yang paling penting, perekonomian kita ke depan harus menjadi perekonomian yang berdiri di atas kaki sendiri dengan dukungan dan bantuan dari perbankan, terutama bank Himbara,” ucap Rosan. (BPMI Setpres)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....