Presiden Jerman Tiba di Jakarta Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia
- 16 Jun 2026 11:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, bersama Ibu Negara Elke Büdenbender tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan kenegaraan ke Indonesia, Senin 15 Juni 2026. Kedatangan Presiden Jerman tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman.
Pesawat yang membawa Presiden Frank-Walter Steinmeier dan rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.20 WIB. Setibanya di bawah tangga pesawat, Presiden Frank-Walter dan Ibu Elke Büdenbender disambut hangat oleh sejumlah pejabat dari kedua negara.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari BPMI Sekretariat Presiden, penyambutan dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia Ralf Beste, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Abdul Kadir Jailani, serta Atase Pertahanan Jerman Kolonel (GS) Marcus Thiel.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan kehadiran pasukan jajar kehormatan yang berjajar di sepanjang jalur penyambutan. Presiden Frank-Walter Steinmeier kemudian melewati barisan kehormatan yang diiringi alunan musik drumben. Presiden dan Ibu Elke Büdenbender juga disuguhi pertunjukan tarian tradisional Indonesia sebelum menuju kendaraan resmi.
Rangkaian penyambutan tersebut mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jerman yang selama ini terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi, teknologi, kesehatan, hingga pertahanan.
Selanjutnya, Presiden Frank-Walter Steinmeier bersama Ibu Elke Büdenbender dan rombongan menuju Istana Merdeka, Jakarta. Di sana, mereka dijadwalkan mengikuti agenda kunjungan kenegaraan, termasuk melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Jerman serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
(BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....