Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Daerah Diminta Aktif Pantau Harga Komoditas
- 17 Mar 2026 12:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 digelar pada Senin 16 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkembangan harga komoditas di berbagai daerah di Indonesia sekaligus merumuskan langkah strategis pengendalian inflasi.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan pemerintah daerah perlu mencermati perbedaan kenaikan harga antarwilayah. Ia menyebut, terdapat daerah yang mengalami lonjakan harga signifikan, sementara wilayah tetangganya relatif stabil bahkan tidak mengalami kenaikan.
“Kita bisa melihat kabupaten atau kota yang naik komoditas tertentu, tetapi tetangganya tidak naik atau hanya sedikit sekali,” ujar Tomsi dalam rapat tersebut. Ia menilai kondisi ini harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah daerah dapat memahami penyebab perbedaan tersebut.
Menurut Tomsi, perbedaan harga ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari distribusi, ketersediaan pasokan, hingga pola pengawasan di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang lebih intensif antarwilayah agar disparitas harga tidak semakin melebar.
Tomsi juga meminta kepala daerah untuk turun langsung ke pasar guna memastikan kondisi harga di lapangan. Ia mencontohkan kenaikan harga cabai rawit di Kabupaten Cirebon yang mencapai Rp110.000 per kilogram, yang dinilai cukup tinggi dibandingkan daerah lain.
Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan di sejumlah daerah antara lain telur ayam ras dan daging ayam ras. Kondisi ini dinilai perlu segera diantisipasi melalui langkah konkret agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.
Menurut Sekjen Kemendagri, pemerintah daerah harus aktif membandingkan harga dengan wilayah sekitar sebagai bagian dari upaya pengendalian. Jika ditemukan selisih harga yang mencolok, maka perlu segera dilakukan pengecekan, koordinasi, serta intervensi pasar secara cepat dan tepat.
“Kita harus berupaya sekeras-kerasnya dengan melihat kondisi daerah sekitar. Kalau tetangganya tidak naik atau hanya sedikit, tetapi daerah kita naik tinggi, ini harus segera ditindaklanjuti,” kata Tomsi. Ia menekankan pentingnya respons cepat agar stabilitas harga tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....