Pemerintah Luncurkan Stimulus Ekonomi Ramadan 2026

  • 11 Feb 2026 07:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Indonesia meluncurkan Program Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup diskon transportasi, kebijakan work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan. Peluncuran program dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.

Dikutip dari Setneg.go.id, berikut rincian Program Stimulus Ekonomi I-2026:

1. Diskon Tarif Transportasi

Total anggaran untuk program ini mencapai Rp911,16 miliar, bersumber dari APBN dan non-APBN. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kereta Api (PT KAI): Diskon 30 persen khusus perjalanan pada 14–29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.
  • Angkutan Laut (PT Pelni): Diskon 30 persen untuk periode 11 Maret–5 April 2026, menargetkan 445 ribu penumpang.
  • Angkutan Penyeberangan (ASDP): Diskon 100 persen dari jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026, dengan target 945 ribu kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
  • Angkutan Udara (kelas ekonomi domestik): Diskon 17–18 persen untuk periode 14–29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.

2. Kebijakan Work From Anywhere (WFA)

Pemerintah memberlakukan skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

  • Pelaksanaan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) diatur melalui Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
  • Pelaksanaan untuk pekerja swasta diatur melalui SE Menteri Ketenagakerjaan.

3. Bantuan Pangan

Untuk memperkuat daya beli masyarakat, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, diberikan sekaligus untuk dua bulan.

  • Target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari desil 1–4.
  • Estimasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun.

Program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, menjaga kelancaran arus mudik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026. (FID/UN-Humas Kemensetneg)

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....