Indonesia Tuntaskan Permasalahan Sampah Nasional
- 03 Feb 2026 15:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menjelaskan tujuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah nasional dengan serius dan terintegrasi. Dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026,
Dilansir dari Setneg.go.id. Presiden menjelaskan wacana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) merupakan gerakan nasional agar terciptanya lingkungan yang bersih dan tertata.
“Resik saya tanya maknanya apa? maknanya bersih, tertib, dan sebagainya. Ini hanya suatu, katakanlah, nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve. Anak sekolah enggak apa-apa. Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam. Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucap Presiden di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Masalah sampah, pendapat Presiden sudah menjadi problem krusial di semua daerah. Dalam pidatonya, Kepala Negara menjelaskan bahwa hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan terjadi kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028.
Untuk menyelasaikan masalah tersebut, pemerintah akan segera melakukan pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Selain pembangunan proyek, Presiden menjelaskan harusnya sinergitas untuk semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan berbuat, kita akan dukung, Saudara-saudara. Ini 34, kita segera mulai. jika ada uang, kita arahkan ke sini juga. Untuk itu kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” kata Presiden.
Selain mengelola sampah, Presiden Prabowo juga menjelaskan gagasan proyek “gentengisasi” adalah bagian dari usaha memperindah lingkungan permukiman. Presiden melihat penggunaan atap seng yang meluas akan menimbulkan kawasan menjadi panas dan kurang estetis.
“Seng ini panas buat penghuni, Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ucap Presiden.
“Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat, karat lambang degenerasi. bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia,” katanya. (BPMI Setpres)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....