Presiden: Supremasi Hukum Fondasi Investasi dan Keadilan Sosial

  • 29 Jan 2026 08:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Swiss – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjelaskan untuk kepastian hukum dan pemberantasan korupsi adalah fondasi wajib untuk menciptakan iklim investasi yang sehat serta keadilan sosial. Penegasan ini dikatakan Presiden pada pidato pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, hal ini membuktikan komitmen pemerintah agar aturan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Tak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau mempunyai tradisi hukum yang meragukan,” ujar Presiden Prabowo Subianto di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

Dilansir dari Komdigi.go.id. Presiden mengatakan komitmennya agar hukum harus ditegakkan di atas semua kepentingan. Ia mengatakan bahwa sejak 2025, pemerintah dengan terbuka dan tegas menjalani persoalan korupsi sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional.

“Kami berjuang untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tak banyak orang yang percaya kita dapat melaksanakannya, namun kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk melaksanakan konstitusi dan supremasi hukum,” ujarnya.

Kepala Negara mengatakan temuan penyalahgunaan besar di awal pemerintahannya, termasuk dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah. Penegakan hukum secara nyata dilaksanakan, salah satunya dengan menyita jutaan hektare lahan perkebunan dan tambang ilegal.

“Ditahun pertama pemerintahan saya, kita telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang illegal. Saya mengatakanya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” ujar Presiden.

Hasil dari usaha penegakan hukum yang konsisten, menurut Presiden, telah berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah. Pemerintah akan menghapuskan kemiskinan ekstrem dalam empat tahun ke depan.

“Tak ada yang lebih rentan, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada menghapuskan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ujar Presiden. “Itulah tujuan saya sekarang agar membuat rakyat Indonesia yang paling miskin, yang paling lemah dapat tersenyum. Saya pikir sebagian dari itu adalah kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.

Pidato ini menjelaskan pesan, Indonesia membuka pintu untuk investasi global dengan satu prasyarat dasar yang tidak dapat ditawar yaitu supremasi hukum dan keadilan untuk seluruh rakyat sebagai landasan utama pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....