Kaltim Siap Jadi Superhub Ekonomi IKN, Begini Strateginya
- 26 Jan 2026 16:46 WIB
- Samarinda
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersiap menjadi superhub ekonomi Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan menyiapkan enam klaster strategis. Komitmen ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dalam diskusi panel bertema “IKN Sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim Sebagai Daerah Mitra IKN” di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin 26 Januari 2026.
Seno Aji mengatakan, posisi Kaltim sebagai daerah mitra IKN harus mampu memberi dukungan nyata melalui penguatan sektor pangan, industri, jasa, hingga pariwisata. Misalnya, dalam sektor pangan, pemerintah daerah berupaya menggenjot hasil panen padi sehingga Kaltim bisa mencapai swasembada pada 2026.
“Tahun 2023 kita masih di sekitar 30 persen. Sekarang sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan akhir 2026 bisa 100 persen,” kata Seno Aji.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Kaltim bersama pemerintah pusat akan melakukan pencetakan sawah baru seluas 25 hektare pada 2026 melalui Kementerian Pertanian. Produksi pangan ini, lanjut Seno, tidak hanya untuk kebutuhan daerah, tetapi nantinya juga akan menyuplai kebutuhan di IKN.
Selain pangan, pemprov juga fokus mengembangkan ekonomi di sektor manufaktur dan jasa. Seno Aji menjelaskan, ini merupakan salah satu upaya tranformasi agar Kaltim tidak hanya dikenal sebagai pusat industri sumber daya alam, tetapi juga pariwisata.
"Akan banyak orang yang masuk ke Kalimantan Timur ataupun ke ibukota negara yang membutuhkan stress relief, maka kita siapkan pariwisata-pariwisata lokal yang ada di Kalimantan Timur," kata Wagub.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji dalam diskusi panel bertema “IKN Sebagai Tonggak Kemajuan Indonesia: Format dan Peran Strategis Kaltim Sebagai Daerah Mitra IKN” di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin 26 Januari 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)
Adapun pengembangan klaster ekonomi disesuaikan dengan karakter wilayah di setiap kabupaten/kota. Misalnya, Kabupaten Kutai Kartanegara diarahkan ke klaster ekowisata, pertanian, dan ketahanan pangan, sedangkan Penajam Paser Utara (PPU) dikembangkan untuk klaster industri pendukung IKN.
Kota Samarinda disiapkan sebagai bagian dari klaster industri, ekowisata, dan sistem logistik. Balikpapan dan daerah mitra lainnya akan difokuskan pada sektor energi, permukiman, hingga jasa.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menyambut baik strategi Kaltim sebagai superhub ekonomi sebagaimana yang dijabarkan Wagub. Ia menilai langkah Kaltim yang menargetkan swasembada pangan merupakan sinyal positif bahwa daerah mitra siap mengambil peran strategis dalam pembangunan dan keberlanjutan Ibu Kota Nusantara.
"Pak Wagub sudah mulai membeberkan beberapa aspek yang mau dikembangkan, salah satunya swasembada. Bagi saya itu bagus banget. Saya ketika pertama kali datang di IKN, telur atau sayur saja, masa semuanya dari luar," kata Thomas.
Menurutnya, Kaltim tidak boleh kalah saing dengan daerah mitra lain di luar Kalimantan yang turut memberikan dukungan rantai pasok. Sebab, dalam Undang-undang No 21 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, daerah mitra IKN tidak lagi dibatasi hanya di Pulau Kalimantan.
"Itu sudah terjadi seperti Palu. Kami sudah bermitra dari awal dengan mereka dan juga bagaimana dukungan supply change dari Sulawesi. Makanya, selama ini kami memberikan tantangan kepada Kalimantan. Bagaimana kontribusi Kalimantan untuk IKN?," ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku pihaknya akan tetap memprioritaskan Kalimantan sebagai mitra daerah strategis IKN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....