Diaspora Pamerkan Busana Ramah Lingkungan dan Foto Nusantara

  • 01 Agt 2025 10:53 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Rangkaian pameran budaya dan ekonomi kreatif mewarnai perhelatan Congress of Indonesian Diaspora (CID) ke-8 di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pameran ini digagas Indonesia Diaspora Network (IDN) Global bersama Otorita IKN, di Kantor Kemenko 3 dan Retail Gallery IKN.

Diantaranya Bazaar Nusantara, Trade Exhibition Designer Eco Fashion Nusantara, dan Pameran Foto Nusantara yang terbuka untuk masyarakat umum sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2025. Kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi antara diaspora, UMKM, desainer muda, dan komunitas kreatif dalam membentuk kota masa depan yang inklusif, berbudaya, dan berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan kolaborasi diaspora dan IKN, sebagai wujud kecintaan kami terhadap tanah air,” kata Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono, Jumat (1/8/2025).

BACA JUGA:

Embung MBH IKN Disulap Jadi Taman Diaspora

Diaspora Nilai Isu Moratorium IKN Bikin Investor Ragu

Bazaar Nusantara menghadirkan aneka kuliner dan kerajinan tangan dari pelaku UMKM lokal. Pengunjung dapat mencicipi sajian khas sambil mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, pameran busana ramah lingkungan atau Trade Exhibition Designer Eco Fashion Nusantara menampilkan karya para desainer muda Indonesia yang menggandeng UMKM binaan Bank Indonesia. Karya-karya ini mengusung konsep keberlanjutan dan inovasi dalam industri fesyen berbasis budaya lokal.

BACA JUGA:

Ratusan Diaspora Indonesia Tanam Pohon di IKN

Saat Basuki Menjawab Rasa Penasaran Diaspora Tentang IKN

Tak kalah menarik, Pameran Foto Nusantara mengajak publik menelusuri sejarah melalui arsip perjuangan di tanah Kalimantan. Bertajuk “Seeing The Future Through The Past”, pameran ini menggambarkan bagaimana semangat masa lalu memberi arah bagi wajah masa depan IKN.

Juru Bicara OIKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran penting diaspora dalam menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Melalui seni, budaya, dan ekonomi kreatif, kita menunjukkan bahwa IKN adalah kota inklusif yang terbuka untuk semua kalangan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pusat pemerintahan, IKN ditegaskan sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan identitas. Kolaborasi diaspora dan anak bangsa di pameran ini menjadi bukti bahwa pembangunan IKN tidak hanya membangun fisik kota, tapi juga merawat jiwa bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....