Saat Basuki Menjawab Rasa Penasaran Diaspora Tentang IKN
- 31 Jul 2025 09:15 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Suara tawa dan sapan hangat dalam berbagai bahasa terdengar riuh di kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Rabu (30/7/2025) sore. Mereka adalah para diaspora Indonesia dari lima benua yang datang ke IKN untuk mengikuti Congres Indonesian Diaspora (CDI) ke-8.
Ratusab diaspora ini langsung disambut oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadi Mulyono dalam suasana akrab dan penuh semangat. Obrolan santai dan diskusi ringan mewarnai pertemuan yang menggugah haru dan optimisme.
IKN yang baru seumur jagung memantik rasa penasaran para peserta. Banyak diantara mereka yang bertanya soal konsep kota pintar dan ramah lingkungan, peran ASN otorita, hingga peluang diaspora untuk terlibat langsung membangun IKN.
BACA JUGA:
Tiba di IKN, Rombongan Diaspora Langsung Temui Basuki
Kepala OIKN Basuki Hadi Mulyono dengan penuh semangat menjawab satu persatu. Ia juga memanfaatkan momen ini untuk meluruskan berbagai isu miring tentang ikan. Mulai dari tudingan soal kerusakan hutan hingga kabar bahwa proyek ini mangkrak.
“IKN ini dibangun untuk sekian puluh tahun sampai seumur-umur Indonesia. Bagaimana keadaan air di sini sekarang dan ke depannya Pak,” tanya Sari, Diaspora Manila yang pernah bertugas di Asian Development Bank.
Basuki menjawab bahwa saat ini kebutuhan air di IKN diambil dari intake Sepaku dan bendungan Sepaku Semoi. “Kami juga bangun 32 embung untuk penampung air karena di IKN tidak ada air tanah,” katanya menjawab pertanyaan Sari.
Diaspora lainnya mempertanyakan kelanjutan ibu kota baru menyusul berkurangnya anggaran untuk pembangunan IKN. “Bahkan kemarin sudah ada partai memberikan satu opsi moratorium. Bagaimana itu Pak,” ujar peserta diskusi.
Basuki hanya menjawab bahwa isu moratorium IKN sudah dibantah oleh istana dan anggota badan anggaran DPR. “Tidak ada moratorium, yang jawab itu bukan saya tapi istana dan DPR,” katanya.
“Seluruh diaspora saya kira sepakat dengan apa yang saya katakan bahwa pembangunan itu harus berkelanjutan,” ucap Sulistyawan Wibisono, Diaspora dari Australia, mengamini pernyataan kepala OIKN.
BACA JUGA:
Diaspora 16 Negara Siap Hadiri Kongres di IKN
Basuki menegaskan kehadiran diaspora adalah momentum penting untuk menunjukkan wajah asli IKN ke mata dunia. Ia pun mengajak para diaspora menjadi duta informasi yang positif dan benar di panggung internasional.
“Mohon kami bisa dibantu untuk memblasting informasi yang benar tentang IKN. Setelah Bapak, Ibu sekalian melihat sendiri bahwa kami tidak merusak lingkungan. Ini adalah hutan tanaman industri, justru kami konsepnya sekarang adalah rewilding, membuat liar kembal, bukan reforestation,” ujar Basuki memperjelas konsep pambangunan IKN.
Ia menambahkan bahwa IKN berpegang pada tiga landasan pembangunan, yaitu kualitas, estetika dan keberlanjutan lingkungan. “Itu tagline pembangunan IKN ini,” ucapnya.
Presiden IDN Global, Sulistyawan Wibisono mengakui banyak diaspora selama ini hanya mengenal IKN dari media sosial dan berita yang belum tentu akurat. Untuk itulah mereka memilih IKN sebagai lokasi kongres dua tahunan ini.
“Kami melihat IKN ini adalah salah satu proyek yang sangat strategis untuk kemajuan bangsa Indonesia. Tapi sayangnya banyak hal-hal di luar itu, berita-berita yang tidak benar. Memang yang berseliweran di luar sana dan teman-teman diaspora pun banyak yang enggak paham dan banyak yang punya pengertian bahwa proyek ini sudah dihentikan, tidak visibel dan lain sebagainya,” ujar Iwan.
“Kami yakin peserta kongres tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka terhadap IKN setelah melihat secara langsung,” ujar dia meyakinkan.

Utsman Naito diaspora asal Magetan, Jawa Timur yang sudah 27 tahun tinggal di Jepang bahkan sudah merencanakan kerja sama di bidang pendidikan dengan OIKN.
“Saya sangat senang sekali ya, sehingga saya akan menyampaikan informasi real-nya bagaimana kondisi IKN saat ini kepada diaspora di Jepang maupun masyarakat Jepang secara keseluruhan. Kemudian yang terpenting adalah kami punya lembaga pendidikan yang mendidik pemuda-pemudi Indonesia untuk kita persiapkan bekerja dan kuliah di Jepang,” ucap Naito.
Sementara Susilo Herianto Aji, diaspora asal Yogyakarta yang kini tinggal di Texas, Amerika Serikat menyampaikan kebanggaannya bisa melihat langsung IKN.
“Rakyat Indonesia harus bangga mempunyai ibu kota yang luar biasa dan saya yakin IKN ini akan menjadi contoh untuk seluruh negara,” katanya.
Adapun Kongres Diaspora Indonesia ke-8 berlangsung dari 30 Juli hingga 4 Agustus 2025 di kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN. Selain pameran UMKM, ada 8 diskusi tematik, penanaman pohon, Eco Fashion Show, festival sumpit internasional, dan kunjungan lapangan ke desa digital Bumi Harapan, Sepaku.
Kongres ini diharapkan menjadi titik balik hubungan erat diaspora dan tanah air untuk bersama membangun Nusantara sebagai kota dunia yang ramah, hijau, dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....