RT 48 Sempaja Timur Perkuat Gerakan Lingkungan Berkelanjutan
- 10 Des 2025 12:48 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Permasalahan sampah masih menjadi isu penting di sejumlah wilayah Kota Samarinda, termasuk di RT 48 Perumnas Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur. Wilayah yang dikenal sebagai kawasan cekungan ini kerap mengalami genangan, terutama sejak banjir besar pada 2019.
Ketua RT 48 Sempaja Timur, Rusniansyah, menceritakan kondisi tersebut menjadi pemicu kesadaran kolektif warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan. “Banjir itu dipicu curah hujan tinggi dan air pasang, diperparah kebiasaan warga membuang sampah sembarangan,” ujar Rusniansyah kepada RRI, beberapa waktu lalu.
Melihat kondisi itu, ia bersama para relawan membentuk kelompok Jogo Tonggo untuk menggerakkan gotong royong rutin dua kali sebulan. Ia menyebut upaya mengajak masyarakat bukanlah hal mudah, apalagi terkait kerja sosial. Namun langkah kecil tersebut terbukti berdampak. “Tidak mudah mengajak warga berbuat baik, tetapi perlahan mereka mulai ikut demi menjaga lingkungan,” katanya.
Gerakan ini kemudian mendapat dukungan luas, termasuk dari para kader dan penggiat lingkungan di RT 48. Salah satunya adalah Siti Rohayana yang sejak banjir 2019 aktif mengorganisir warga untuk lebih peduli sampah. Ia mengaku pengalaman banjir yang masuk ke rumah menjadi titik balik sikap warga. “Kami kaget ketika air langsung masuk lewat pintu rumah. Dari situ kami sadar bahwa masalah sampah harus ditangani serius,” kata Siti.
| Baca juga: Islam Ajarkan Menjaga Alam sejak Dini |
Siti yang juga kader posyandu dan PKK menjelaskan, ia bekerja bersama relawan Jogo Tonggo untuk menggalang bantuan, melakukan edukasi, serta mengajak warga memilah sampah. Upaya tersebut kemudian diperkuat oleh kebijakan kelurahan pada 2023 yang mendorong pembentukan Bank Sampah. Menurutnya, kehadiran Bank Sampah menjadi momentum penting. “Dulu banyak warga belum paham apa itu Bank Sampah, tapi setelah diedukasi, mereka mulai antusias,” ujar Siti.
Setelah Bank Sampah berjalan, perubahan signifikan mulai terlihat. Banjir yang sebelumnya kerap masuk rumah, kini hanya terjadi di jalanan dan tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Siti menyebut keberhasilan itu terjadi karena warga sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik, serta lebih disiplin menjaga kebersihan parit. “Dengan memilah sampah, saluran air tidak lagi mudah tersumbat, dan lingkungan jauh lebih bersih,” ucap Siti.
Prestasi warga RT 48 pun mendapat pengakuan setelah Bank Sampah mereka meraih juara satu tingkat Kota Samarinda pada 2023 dalam kategori bank sampah pemula. Penghargaan tersebut semakin memacu semangat warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan edukasi kepada generasi muda. “Penghargaan itu membuat warga makin terpacu dan merasa upaya mereka tidak sia-sia,” katanya.
Ke depan, warga RT 48 Sempaja Timur berharap gerakan peduli sampah ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Samarinda. Melalui gotong royong, edukasi berkelanjutan, dan dukungan pemerintah, mereka optimistis masalah sampah bisa ditangani dengan baik sehingga risiko banjir dapat terus ditekan. Komitmen bersama itu menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah kecil di tingkat RT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....