Karhutla Kaltim Mengancam, Penanganan Tak Bisa Ditunda Lagi

  • 15 Agt 2026 12:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur kembali menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Penanganan cepat dinilai menjadi kunci agar titik api tidak berkembang menjadi bencana lebih besar.

Dr. Yulianus Henock mendorong pemerintah bersama seluruh pihak terkait mempercepat pemadaman karhutla. Menurutnya, setiap titik api harus segera ditangani sebelum merambat ke kawasan lain.

“Karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan,” ujar Yulianus Henock. Kamis, 13 Agustus 2026, Ia menilai keterlambatan penanganan dapat memperbesar dampak kebakaran.

Selain pemadaman, penyebab munculnya kebakaran juga harus ditelusuri secara serius. Jika ditemukan unsur kesengajaan atau pelanggaran hukum, pelaku harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ditemukan adanya kesengajaan atau pelanggaran hukum, tentu harus ada tindakan tegas,” ucapnya. Penegakan hukum dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Yulianus mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersamaan. Pencegahan dapat diperkuat melalui kewaspadaan serta respons cepat ketika muncul indikasi kebakaran.

Ia mengingatkan Kalimantan Timur merupakan rumah bersama yang harus dijaga. Hutan bukan sekadar sumber daya alam, tetapi juga memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat dan keseimbangan lingkungan.

“Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan dan masa depan Kalimantan Timur,” kata Yulianus. Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan secara serius, konsisten, dan berkelanjutan.

Menurutnya, upaya menjaga hutan tidak dapat hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan, pengawasan, pemadaman cepat, dan penegakan hukum harus berjalan bersama untuk melindungi Kaltim dari dampak karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....