Poffertjes, Kue Tradisional Khas Belanda
- 14 Agt 2026 17:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sekilas camilan ini mirip kue cubit khas Indonesia. Serupa tapi tak sama, poffertjes (baca: pof-er-cyes), kue tradisional Belanda ini yang sama lembutnya dengan kue cubit. Tidak hanya itu rasanya yang manis dan gurih memang menjadi kesamaanya.
Perbedaan utama kedua camilan ini terletak pada bahan yang digunakan. Poffertjes wajib menggunakan ragi dalam adonannya sehingga teksturnya sedikit mirip donat mini, sementara kue cubit tradisional sering kali memakai pengembang kue biasa.
| Baca juga: Kelezatan Tongseng Pengisi Menu Idul Adha |
Dari penyajian, poffertjes tradisional disajikan hangat dengan taburan gula halus dan mentega (butter) di atasnya, sedangkan kue cubit kerap diberi tambahan meses cokelat atau keju parut. Walaupun masuk kategori kue tradisional Belanda, camilan ini banyak ditemukan di Indonesia, tak jarang jadi teman minum kopi.
Laman Secret Food Tours mencatat, Poffertjes, memiliki sejarah panjang yang berawal dari abad ke-18. Awalnya, poffertjes dibuat di biara-biara dan digunakan sebagai semacam roti komuni. Seiring waktu, poffertjes berubah menjadi pancake mini yang lembut dan manis yang kita kenal sekarang.
| Baca juga: Nastar, Simbol Tradisi Lebaran Indonesia |
Di Belanda, poffertjes memiliki tempat istimewa di hati penduduk lokal dan pengunjung. Kue ini umum ditemukan di pasar jalanan, pasar liburan, dan gerai khusus poffertjes. Pancake mini ini merupakan simbol tradisi kuliner Belanda.
Teksturnya yang ringan dan lembut serta rasanya yang manis menjadikannya favorit di kalangan orang-orang dari segala usia. Proses pembuatan poffertjes, mulai dari menyiapkan adonan hingga memasaknya di wajan khusus, mencerminkan praktik budaya yang mengakar kuat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Dikutip dari Wikipedia, kudapan ini dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia pada masa Hindia Belanda sekitar abad ke-16. Secara historis, para misionaris memperkenalkan kuliner Belanda di Nusantara melalui pengabdian mereka yakni membantu masayarakat yang kurang mampu melalui penyediaan makanan, rumah, hingga pekerjaan. Selain itu, masyarakat Eropa dan para priyayi memiliki peranan dalam menyebarluaskan budaya Belanda di Nusantara, termasuk di bidang kuliner.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....