Kelezatan Tongseng Pengisi Menu Idul Adha
- 18 Mei 2026 07:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hidangan tongseng dapat menjadi salah satu pilihan menu bagi masyarakat indonesia saat mengolah daging kurban yang diperoleh selama perayaan Iduladha. Kuliner khas ini menawarkan cita rasa yang kaya berkat perpaduan bumbu rempah-rempah tradisional yang kuat.
Karakteristik utama dari menu tongseng terletak pada penggunaan kuah gulai kental yang dipadukan dengan kecap manis dan sayuran segar. Pilihan resep ini sangat cocok untuk memanfaatkan seluruh bagian daging kurban, baik berupa daging sapi, domba, maupun kambing.
Situs resmi International Journal of Gastronomy (IIETA), menjelaskan secara historis tongseng lahir dari kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan sisa potongan daging. Pada masa kolonial abad ke-18 hingga ke-19, bagian daging premium umumnya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan.
Masyarakat kemudian mengolah sisa potongan daging kurban atau konsumsi harian seperti tetelan dan jeroan menjadi gulai kental. Setelah itu, masakan tersebut ditumis kembali secara dadakan bersama kecap manis untuk melahirkan menu baru yang disebut tongseng.
Pengamat gastronomi Nusantara, Arie Parikesit, mengungkapkan keberadaan hidangan tongseng tidak lepas dari pengaruh budaya pedagang Timur Tengah dan India. Para pendatang tersebut memperkenalkan tradisi konsumsi daging kambing serta kuah berbumbu rempah tajam di Indonesia.
Modifikasi rasa kemudian dilakukan oleh masyarakat Jawa bagian selatan dengan menambahkan komoditas kecap manis dari pabrik-pabrik lokal. Sentuhan lokal inilah yang membedakan cita rasa tongseng dari jenis sup berbasis kambing lainnya yang ada di dunia.
Berdasarkan data ensiklopedia kebahasaan, nama tongseng sendiri diambil dari istilah bahasa Jawa 'osengan' yang merujuk pada teknik memasak tumis cepat. Istilah ini merupakan tiruan bunyi 'seng-seng' dari pergeseran antara sodet dan wajan besi selama proses memasak.
Studi ilmiah dari Atlantis Press Culinary Review membedakan anatomi masakan tongseng dengan gulai dan tengkleng secara sangat spesifik. Gulai murni menggunakan kuah santan tanpa kecap, sedangkan tengkleng berfokus pada rebusan tulang berkuah encer tanpa santan.
Tongseng mengombinasikan kuah gulai kental dengan teknik tumis langsung menggunakan bawang putih, lada, dan sayuran mentah. Kubis atau kol serta tomat segar sengaja dimasukkan pada akhir proses memasak untuk mempertahankan tekstur renyah saat dihidangkan.
Kombinasi sayuran di dalam struktur hidangan tongseng ini ternyata memiliki dampak yang sangat positif bagi kesehatan tubuh. Kehadiran sayuran segar tersebut berfungsi sebagai penetralisir alami dari kandungan lemak jenuh yang terdapat pada daging merah.
Jurnal ilmiah IOP Conference Series: Earth and Environmental Science tahun 2026 menekankan pentingnya hidangan olahan daging tradisional bagi pemenuhan protein. Publikasi riset tersebut menyebutkan tongseng sebagai instrumen efektif dalam mencukupi kebutuhan protein hewani masyarakat.
Kandungan kubis dan tomat di dalam semangkuk tongseng berperan sebagai penyedia serat pangan serta vitamin C yang tinggi. Nutrisi dari sayuran ini sangat dibutuhkan untuk membantu tubuh mengimbangi kadar kolesterol setelah mengonsumsi daging kurban.
Secara geografis, pusat kelahiran kuliner tongseng yang otentik diidentifikasi berasal dari Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pemerintah daerah setempat bahkan telah mendirikan Monumen Patung Sate Tongseng di wilayah Klego sebagai simbol identitas budaya.
Catatan sejarah jurnalisme kuliner menunjukkan, keterbatasan lahan pertanian memicu migrasi massal warga Klego pada tahun 1960-an. Para perantau tersebut kemudian mempopulerkan hidangan tongseng ke berbagai wilayah di Indonesia hingga menjadi makanan nasional.
Pionir arus urbanisasi kuliner asal Klego yang terkenal memperkenalkan masakan tongseng di wilayah DKI Jakarta adalah Mbah Jumiran. Melalui usaha warung makan miliknya, masyarakat perkotaan mulai mengenal luas cita rasa unik dari tumisan daging berkuah gulai ini.
Momen Iduladha merupakan waktu yang sangat tepat bagi seluruh keluarga untuk mencoba mempraktikkan resep kuliner tradisional ini di rumah. Memasak tongseng secara mandiri dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dalam merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....