Tantangan Ibu Muda Menjaga Kesehatan Mental Pascalahir
- 30 Sep 2026 19:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengasuh anak pada bulan-bulan pertama pascamelahirkan menjadi fase krusial yang kerap memicu kelelahan fisik dan emosional bagi seorang ibu muda. Tanpa pembagian peran yang seimbang serta komunikasi yang sehat dengan pasangan, risiko stres hingga burnout mengintai para ibu.
Fenomena ini mengemuka dalam dialog interaktif program Dokter Etam Pro 4 RRI Samarinda yang menyoroti perjuangan ibu muda dalam membagi waktu antara mengurus bayi dan melakukan self-care, dikutip Rabu 30 September 2026.
Perawat RSJD Atma Husada Mahakam Kaltim, Retno Eko Sayekti, menilai persepsi self-care bagi seorang ibu sering kali tertutupi oleh rasa bersalah karena merasa harus sepenuhnya berfokus pada kebutuhan anak.
Padahal, kondisi emosional ibu sangat menentukan kesejahteraan dan tumbuh kembang anak di dalam rumah tangga. Ibu yang bahagia dan tenang akan lebih optimal dalam menjalankan peran pengasuhan.
Retno menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan pembagian tugas yang jelas antara suami dan istri guna memberikan ruang jeda (me-time) bagi ibu.
"Di sinilah pentingnya peran pasangan. Komunikasi itu kunci. Bagilah tugas-tugas rumah tangga yang mudah dan sampaikan dengan kalimat permohonan bantuan agar tidak timbul rasa tersinggung," kata Retno.
Ia menambahkan, self-care bagi ibu muda tidak harus selalu diidentikkan dengan kegiatan mahal atau menyita waktu lama. Melakukan hobi sederhana, beristirahat sejenak saat ada kesempatan, atau sekadar berdiskusi dengan pasangan sudah cukup untuk melepaskan emosi negatif (release emotion).
"Harus ada rentang waktu untuk me-time. Minta waktu dua jam secara baik-baik dengan pasangan setelah keperluan bayi disiapkan, agar emosi bisa terurai dan ibu kembali segar mengurus keluarga," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....