Influenza Meningkat, Ini Cara Pulih tanpa Obat

  • 29 Sep 2026 08:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Kasus influenza di Indonesia sedang meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat aktivitas influenza berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan hingga minggu ke-38 2026, dengan positivity rate influenza mencapai 56 persen. Meski demikian, pemerintah menegaskan kondisi tersebut masih dalam rentang kewaspadaan dan masyarakat tidak perlu panik.

Bagi masyarakat yang mengalami influenza dengan gejala ringan, pemulihan tidak selalu memerlukan obat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, sebagian besar penderita influenza dapat sembuh sendiri. Istirahat yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan menjadi bagian penting perawatan, dengan sebagian besar penderita pulih dalam sekitar satu minggu.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah lebih banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas berat. Tubuh memerlukan energi untuk menghadapi infeksi, sehingga memaksakan diri tetap bekerja atau beraktivitas dapat membuat pemulihan terasa lebih berat. Selama sakit, penderita juga dianjurkan tetap berada di rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Cairan juga tidak boleh diabaikan. Air putih dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan ketika tubuh mengalami demam atau berkeringat. WHO secara khusus merekomendasikan penderita influenza untuk minum cukup cairan selama masa pemulihan. Jika nafsu makan menurun, makanan yang mudah dikonsumsi tetap dapat dipilih agar asupan tubuh terjaga.

Perawatan tanpa obat juga berarti menjaga agar influenza tidak menyebar kepada anggota keluarga. Mencuci tangan dan menerapkan kebersihan pernapasan tetap penting. Penelitian sistematis mengenai intervensi tanpa obat menemukan bukti kebersihan tangan dapat membantu mengurangi penularan, meski peneliti menekankan bahwa kekuatan bukti untuk berbagai intervensi nonfarmasi masih terbatas.

Kementerian Kesehatan menegaskan, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif dan tidak membutuhkan rawat inap. Penggunaan antivirus seperti oseltamivir juga tidak ditujukan untuk semua penderita. Obat tersebut digunakan berdasarkan penilaian medis, terutama pada pasien dengan kondisi berat atau kelompok yang memiliki risiko komplikasi.

Namun, tanpa obat bukan berarti tanpa kewaspadaan. Segera mencari pertolongan medis jika muncul sesak atau kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, kelemahan berat, tidak buang air kecil, atau kondisi yang sempat membaik kemudian kembali memburuk. Kelompok berisiko seperti lansia, ibu hamil, anak kecil, dan orang dengan penyakit kronis juga perlu berkonsultasi lebih awal ketika mengalami gejala influenza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....