Bahaya Ekspektasi Palsu Media Sosial Bagi Kesehatan Mental Generasi Muda
- 25 Agt 2026 02:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan teknologi informasi dan standar hidup yang ditampilkan di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram kini menjadi pemicu utama meningkatnya kecemasan di kalangan generasi muda.
Paparan konten visual yang menampilkan gaya hidup mewah atau pencapaian ekonomi di usia muda menciptakan tekanan sosial berbasis perbandingan (social perbandingan).
"Kalau misalnya influencernya punya standar kehidupannya umur 25 tahun sudah jadi miliarder, itu akan memicu kecemasan dari setiap orang, kayak ih kok dia bisa, kok saya tidak bisa," ujar dr. Gerit, dokter umum RSJD Atma Husada Mahakam Kalimantan Timur pada dialog edukasi kesehatan di RRI Samarinda pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Tekanan berupa penyamaan standar ini tidak hanya berdampak pada kelompok usia remaja dan dewasa muda, melainkan telah merambah ke anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Fenomena tren produk tertentu di sekolah kerap menjadi standar inklusi sosial baru di antara sebaya.
"Anak-anak itu mencontoh apa yang dia lihat, dan dia akan menilai sesuai apa yang dia tahu. Nah, itu yang akan menjadi akar dari bullying," ujarnya menambahkan.
Untuk memutus rantai kecemasan akibat konsumsi digital secara berlebihan, masyarakat dianjurkan untuk mulai membatasi durasi penggunaan gawai melalui skema pembatasan konten (gadget diet).
Langkah interaksi tatap muka secara langsung dinilai jauh lebih efektif untuk mengembalikan esensi manusia sebagai makhluk sosial serta menjaga kestabilan emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....