Waspada, Sebagian Besar Masyarakat Indonesia Berisiko Tinggi Kena Diabetes

  • 08 Jul 2026 14:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan di Indonesia. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia produktif bahkan remaja. Perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, obesitas, serta tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko diabetes di tengah masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan, prevalensi diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi diabetes naik dari 6,9 persen pada 2013 menjadi 8,5 persen pada 2018. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jutaan masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes atau memiliki risiko tinggi mengalaminya apabila tidak segera menerapkan pola hidup sehat.

Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar penderita diabetes tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap penyakit tersebut. Kementerian Kesehatan menyebutkan sekitar tiga dari empat penyandang diabetes belum mengetahui kondisi kesehatannya. Akibatnya, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika telah mengalami komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kerusakan saraf. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah secara berkala.

Selain penderita diabetes, jumlah masyarakat yang berada pada fase pradiabetes juga sangat besar. Menurut International Diabetes Federation (IDF), fase pradiabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah mulai meningkat, tetapi belum memenuhi kriteria diabetes. Tanpa perubahan gaya hidup, individu dengan pradiabetes memiliki peluang tinggi berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam beberapa tahun berikutnya. Indonesia sendiri termasuk negara dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, sehingga upaya pencegahan menjadi sangat penting.

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko diabetes, mulai dari pola makan tinggi gula, lemak, dan kalori, kurang berolahraga, obesitas, merokok, hingga riwayat diabetes dalam keluarga. Diabetes tipe 2 bahkan diperkirakan mencakup sekitar 90 persen dari seluruh kasus diabetes dan sebagian besar sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup sehat. Karena itu, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi gula, memperbanyak sayur dan buah, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit setiap minggu.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi gula darah sejak dini. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas kesehatan lainnya, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan, hipertensi, kolesterol tinggi, atau memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes. Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.

Kesadaran masyarakat terhadap bahaya diabetes harus terus ditingkatkan. Mencegah penyakit ini jauh lebih mudah dan lebih murah dibandingkan mengobati komplikasi yang ditimbulkannya. Dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat Indonesia dapat mengurangi risiko diabetes sekaligus meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....